HOME  ⁄  Ekonomi

Menekraf Mendorong Akademisi Perkuat Jakarta Vision dengan Riset dan Inovasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menekraf Mendorong Akademisi Perkuat Jakarta Vision dengan Riset dan Inovasi
Foto: (Sumber :Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, hadir sebagai Keynote Speaker pada Creative Consortium Summit & Innovation Challenge (CCSIC) 2026 di Institut Teknologi Bandung - Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/09/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam penyusunan Jakarta Vision untuk memperkuat gagasan ekonomi kreatif Indonesia berbasis pengetahuan, riset, dan inovasi.

Kontribusi perguruan tinggi diperlukan agar Jakarta Vision yang akan dibawa Indonesia ke tingkat global memiliki fondasi akademis yang kuat.

“Jakarta Vision harus ditopang gagasan akademis. Kita membutuhkan ruang untuk berdiskusi, menguji gagasan, dan membangun kesamaan arah agar ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat dan mampu mengambil peran strategis di tingkat global,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Jakarta Vision Disiapkan untuk Agenda Ekonomi Kreatif Global

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Road to World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 melalui Creative Consortium Summit & Innovation Challenge (CCSIC) 2026 yang diselenggarakan Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Ekraf.

Riefky mengatakan Jakarta Vision memiliki posisi strategis karena akan menjadi salah satu landasan penyusunan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ekonomi kreatif dalam Sidang Majelis Umum PBB atau United Nations General Assembly.

Substansi Jakarta Vision karena itu dibangun melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi yang mempunyai kapasitas dalam riset, pengembangan inovasi, dan penyediaan basis pengetahuan.

“Keberhasilan Indonesia bukan hanya diukur dari penyelenggaraan WCCE 2026, tetapi juga dari key output berupa Jakarta Vision yang dapat menawarkan gagasan dan arah baru bagi perkembangan ekonomi kreatif global,” katanya.

Jakarta Vision mencakup empat klaster utama, yakni teknologi, kecerdasan artifisial (AI) dan transformasi digital; keberlanjutan, ekonomi sirkular dan desain regeneratif; inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat; serta perlindungan kekayaan intelektual (KI) yang berimbang bagi para kreator.

Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Ekonomi Kreatif

Keterlibatan perguruan tinggi dinilai relevan dengan besarnya peran sektor ekonomi kreatif dalam penciptaan lapangan kerja dan pengembangan talenta muda.

Pada 2025, sektor ekonomi kreatif tercatat menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja dengan sekitar 63 persen berasal dari Generasi Z dan Milenial serta 58 persen merupakan pekerja perempuan.

CCSIC 2026 yang dihadiri lebih dari 100 pemangku kepentingan turut menjadi wadah penguatan kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Kegiatan tersebut juga diisi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KPT Ekraf dengan Universitas Multi Data Palembang, Universitas Santo Borromeus, dan Politeknik Manahijul Huda.

Forum itu memberikan penghargaan kepada enam pemenang kompetisi inovasi teknologi serta menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Dr. Dwinita Larasati selaku Executive Committee ICCN dan Ketua Program Studi Magister Desain FSRD ITB serta Wahyu Wijayanto selaku Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Kementerian PPN/Bappenas.

Melalui CCSIC 2026, pemerintah dan perguruan tinggi mendorong kolaborasi untuk memperkaya Jakarta Vision dengan perspektif akademis, riset, dan inovasi sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam agenda ekonomi kreatif global.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026