HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Latih Enam Negara Afrika soal Kebijakan Perdagangan untuk Perluas Kerja Sama Ekonomi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia Latih Enam Negara Afrika soal Kebijakan Perdagangan untuk Perluas Kerja Sama Ekonomi
Foto: Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono usai pembukaan South-South and Triangular Cooperation di Jakarta, Senin 28/9/2026 (sumber: ANTARA/A Muzdaffar Fauzan)

Pantau - Pemerintah Indonesia memberikan pelatihan kebijakan perdagangan kepada 16 peserta dari enam negara Afrika sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas.

Enam negara yang mengikuti program tersebut adalah Rwanda, Mozambik, Tanzania, Sudan Selatan, Somalia, dan Ethiopia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono membuka kegiatan tersebut di Jakarta pada Senin.

Djatmiko menjelaskan pelatihan itu merupakan bagian dari South-South and Triangular Cooperation.

Program berlangsung selama sekitar 10 hari dengan materi yang mencakup berbagai aspek kebijakan dan aktivitas perdagangan.

"Kita harapkan dengan adanya kegiatan ini akan lebih mempererat hubungan Indonesia dengan kawasan Afrika," kata Djatmiko.

Peserta Pelajari Ekspor hingga Negosiasi Perdagangan

Peserta mendapatkan materi mengenai fasilitasi perdagangan untuk meningkatkan pemahaman tentang upaya memperlancar aktivitas perdagangan.

Materi lainnya mencakup pengembangan ekspor, negosiasi perdagangan, promosi perdagangan, pemberdayaan usaha kecil dan menengah, serta kerja sama regional.

Selain mengikuti pembelajaran, peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah instansi di Indonesia, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Peserta juga akan mengunjungi Sekretariat ASEAN untuk mempelajari lebih jauh pengalaman dalam menjalankan kerja sama kawasan.

Djatmiko menilai Afrika memiliki potensi besar dari sisi jumlah penduduk, aktivitas perdagangan, peluang investasi, hingga ketersediaan sumber daya.

Dengan potensi tersebut, Indonesia mendorong pengembangan hubungan kerja sama yang strategis dan komprehensif dengan negara-negara di Afrika.

Indonesia Tawarkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi

Indonesia juga terbuka memperluas kerja sama pengembangan kapasitas atau capacity building dengan negara-negara Afrika.

Salah satu bidang yang ditawarkan adalah pendidikan vokasi melalui Akademi Metrologi dan Instrumentasi di bawah Kementerian Perdagangan.

Negara-negara Afrika dapat menjajaki peluang mengirimkan pelajar atau mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di Indonesia.

"Kami menawarkan kepada kawan-kawan dari negara sahabat Afrika, apabila ingin juga mengirim murid-muridnya atau mahasiswanya ke sini, kita terbuka untuk menjajaki hal tersebut," ujar Djatmiko.

Selain pengembangan sumber daya manusia, Indonesia terus berupaya memperluas kerja sama perdagangan dengan kawasan Afrika melalui berbagai perjanjian bilateral.

Indonesia telah menjalankan Indonesia-Mozambik Preferential Trade Agreement (PTA) dan menyelesaikan perundingan Preferential Trade Agreement dengan Tunisia.

Kemendag Perkuat Promosi Produk Indonesia di Afrika

Kementerian Perdagangan memiliki dua Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Afrika yang masing-masing berada di Johannesburg, Afrika Selatan, dan Lagos, Nigeria.

Kemendag juga memiliki Atase Perdagangan di Mesir untuk mendukung penguatan hubungan perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Keberadaan tiga perwakilan itu diharapkan meningkatkan promosi produk potensial Indonesia di pasar Afrika.

Produk yang berpotensi dipromosikan antara lain makanan olahan, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, kertas, serta produk otomotif.

"Dengan keberadaan ketiga perwakilan dari Kementerian Perdagangan ini, kita harapkan itu memberikan daya dukung untuk kita bisa semakin gencar mempromosikan produk-produk potensial Indonesia di Afrika," ungkap Djatmiko.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026