HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Diproyeksi Konsolidasi di Kisaran 6.050-6.200, Investor Waspadai Fluktuasi Akhir Kuartal III

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Diproyeksi Konsolidasi di Kisaran 6.050-6.200, Investor Waspadai Fluktuasi Akhir Kuartal III
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu (30/9/2026) di tengah potensi peningkatan fluktuasi menjelang penutupan kuartal III 2026.

IHSG pada Rabu pagi dibuka melemah 3,65 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.118,04.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga turun 1,32 poin atau 0,22 persen menjadi 606,84.

IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 6.050-6.200

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai tekanan terhadap IHSG berpotensi mereda seiring berkurangnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

IHSG sebelumnya sempat pulih dari level terendah hariannya dan membentuk long lower shadow.

“IHSG membentuk long lower shadow namun karena masih ditutup di area negatif sehingga belum menunjukkan konfirmasi reversal. Beberapa indikator lain juga belum menunjukkan terjadinya reversal,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berkonsolidasi pada kisaran 6.050 hingga 6.200.

Investor juga dinilai perlu mencermati potensi peningkatan fluktuasi karena perdagangan Rabu bertepatan dengan penutupan kuartal III 2026.

APBN 2027 Jadi Perhatian Pasar

Dari sisi fundamental domestik, Ratna menyoroti penetapan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi undang-undang pada Selasa (29/9/2026).

APBN 2027 mempertahankan defisit fiskal sebesar Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Target pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp3.435,10 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp4.106,26 triliun.

“Postur APBN 2027 tersebut menunjukkan ekspansi fiskal yang relatif terjaga. Untuk kenaikan belanja terutama berasal dari belanja K/L, sedangkan transfer ke daerah dan target keseimbangan primer relatif tidak berubah,” jelas Ratna.

Ratna mengatakan kebijakan fiskal tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik melalui konsumsi dan investasi, sementara ruang fiskal serta kebutuhan pembiayaan tetap perlu diperhatikan.

Sejumlah alokasi utama dalam APBN 2027 meliputi anggaran pendidikan Rp824 triliun, perlindungan sosial Rp539,7 triliun, kesehatan Rp244,9 triliun, serta ketahanan pangan nasional Rp195,3 triliun.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026