HOME  ⁄  Ekonomi

Menkop Ferry Sebut Koperasi Segera Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menkop Ferry Sebut Koperasi Segera Punya Pabrik Minyak Goreng Sendiri
Foto: Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam peluncuran Logo Kongres Nasional/Majelis Tahkin ke-42 Syarikat Islam yang digelar di Jakarta, Rabu 30/9/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan koperasi akan memiliki pabrik minyak goreng sendiri yang produknya bakal dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi lainnya.

"Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan punya pabrik minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi sendiri," ujar Ferry dalam peluncuran Logo Kongres Nasional/Majelis Tahkin ke 42 Syarikat Islam di Jakarta, Rabu.

Ferry menjelaskan minyak goreng yang dihasilkan pabrik tersebut nantinya akan dipasarkan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, produk tersebut akan dijual melalui jaringan koperasi lainnya.

Rencana pembangunan pabrik minyak goreng itu menjadi bagian dari upaya mendorong koperasi agar berkembang dan terlibat langsung dalam sektor produksi.

Ferry berharap produksi minyak goreng oleh koperasi dapat mendorong konsumsi masyarakat beralih dari produk perusahaan besar menuju produk yang dihasilkan koperasi.

Menkop Soroti Penguasaan Industri Sawit

Ferry menyoroti kondisi industri sawit nasional dengan menyebut sekitar 20 perusahaan besar menguasai 52 persen lahan perkebunan sawit di Indonesia.

Menurut Ferry, perusahaan-perusahaan besar tersebut juga menguasai pabrik minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) beserta berbagai produk turunannya.

"Uangnya hanya muter kepada 100–200 keluarga. Jadi, sekarang stop. Kita akan gantikan. Kami kemarin sudah meresmikan pabrik-pabrik CPO oleh koperasi, sekarang kami tidak mungkin lagi membiarkan kita tergantung kepada minyak goreng dari perusahaan-perusahaan tersebut," kata Ferry.

Ferry menilai pengembangan pabrik minyak goreng menjadi bentuk keseriusan koperasi untuk kembali terlibat dalam sektor produksi.

Selain sektor produksi, koperasi didorong untuk memperbesar perannya dalam sektor distribusi hingga industri.

Pabrik CPO Koperasi Jadi Model Hilirisasi

Sebelumnya, Ferry telah meresmikan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 12 Agustus.

Pabrik CPO tersebut ditargetkan menjadi model hilirisasi industri sawit berbasis koperasi yang dapat direplikasi di daerah lain.

Pabrik pengolahan CPO yang dikelola KUD Sejahtera memiliki nilai investasi sekitar Rp100 miliar dengan kapasitas pengolahan mencapai 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Produk CPO yang dihasilkan pabrik tersebut saat ini dipasarkan kepada sejumlah mitra industri, termasuk Wilmar.

Ferry juga mendorong koperasi-koperasi sawit agar tidak berhenti pada produksi CPO, tetapi memperluas kegiatan usaha hingga mengolah berbagai produk turunan kelapa sawit.

Salah satu pengembangan yang didorong adalah pembangunan fasilitas pemurnian minyak goreng atau refinery.

Melalui pengembangan tersebut, koperasi diarahkan membangun rantai usaha yang lebih luas, mulai dari pengolahan sawit menjadi CPO dan produk turunannya termasuk minyak goreng hingga distribusi melalui jaringan koperasi.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026