HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Menetapkan Harga BBM Tetap per 1 Oktober 2026, Pertalite Bertahan Rp10.000 per Liter

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertamina Menetapkan Harga BBM Tetap per 1 Oktober 2026, Pertalite Bertahan Rp10.000 per Liter
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Aktivitas di salah satu SPBU di Denpasar, Bali, Senin (21/9/2026). (ANTARA/HO-Pertamina).)

Pantau - Pertamina Patra Niaga mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami perubahan mulai 1 Oktober 2026 dibandingkan dengan harga pada September 2026.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh jenis BBM yang dipasarkan perusahaan.

“Per 1 Oktober harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” ujar Kitty saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Harga Pertalite dan Biosolar Tetap hingga Akhir Tahun

Kitty menjelaskan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar mengikuti kebijakan pemerintah sehingga tidak mengalami perubahan hingga akhir 2026.

Sementara itu, penetapan harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat.

“Maka sampai saat ini, masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya,” kata Kitty.

Berdasarkan informasi resmi Pertamina, harga BBM nonsubsidi juga belum mengalami perubahan sejak 2 September 2026.

Harga Pertalite per 1 Oktober tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter.

Untuk BBM nonsubsidi, Pertamax dijual Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, dan Pertamax Green Rp19.150 per liter.

Sementara itu, Dexlite dipatok Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak naik meskipun harga minyak dunia telah menembus 107 dolar AS per barel.

Namun, Yuliot menyampaikan harga BBM nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian karena mengikuti perkembangan harga pasar.

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut mengacu pada rata-rata harga minyak dunia dalam periode satu bulan.

Peneliti sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti sebelumnya memproyeksikan harga BBM nonsubsidi berpotensi naik 5–11 persen pada Oktober berdasarkan perhitungan rata-rata pasar periode 25 Agustus hingga 25 September 2026.

Pertamina pada akhirnya masih mempertahankan harga BBM nonsubsidi pada level September saat memasuki 1 Oktober 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026