HOME  ⁄  Ekonomi

Menekraf Teuku Riefky Tegaskan Generasi Muda Berperan Mengubah Budaya Menjadi Kekuatan Ekonomi Baru

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menekraf Teuku Riefky Tegaskan Generasi Muda Berperan Mengubah Budaya Menjadi Kekuatan Ekonomi Baru
Foto: (Sumber :Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, beraudiensi dengan Kartini Heritage Center di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (29/09/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam mengubah budaya, kreativitas, dan teknologi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru yang dapat memperkuat perekonomian daerah.

Riefky menyebut inovasi generasi muda tidak hanya berpotensi memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

“Energi perubahan bangsa kerap hadir melalui tangan-tangan generasi muda yang berdaya cipta dan menciptakan inovasi strategis yang dapat berkontribusi pada perekonomian daerah serta menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Potensi tersebut tercermin dalam struktur tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekonomi Kreatif.

Sekitar 63 persen atau 17,26 juta dari total 27,40 juta tenaga kerja ekonomi kreatif nasional tercatat berasal dari kalangan generasi Z dan milenial.

Generasi muda tersebut tersebar pada 21 subsektor ekonomi kreatif yang terbagi dalam empat klaster, yakni kreativitas seni dan budaya, kreativitas desain, kreativitas teknologi dan digital, serta kreativitas media.

Kementerian Ekraf Dorong Kolaborasi Program Generasi Muda

Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghubungkan gagasan generasi muda dengan program yang dapat menghasilkan karya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan usaha baru.

Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Yayasan Kartini Heritage Center di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas konsep The Legacy Relay 2026 sebagai wadah bagi generasi muda untuk menerjemahkan gagasan menjadi karya dan aksi nyata.

“Audiensi antara Kementerian Ekraf dan Kartini Heritage Center ini berfokus pada integrasi peran pemuda ke dalam program strategis nasional berbasis daerah. Kita akan diskusikan lebih lanjut dengan direktorat terkait mengenai apa yang bisa dikolaborasikan bersama,” ujar Riefky.

The Legacy Relay 2026 akan digelar dalam momentum Sumpah Pemuda melalui The Legacy Relay 2026 Special Sumpah Pemuda Forum dengan pertanyaan utama “What Will Our Generation Leave Behind?”.

Forum tersebut direncanakan mempertemukan sekitar 200 peserta lintas generasi untuk menggali dan meneruskan nilai perjuangan tiga tokoh nasional, yakni Mohammad Hatta, R.A. Kartini, dan B.J. Habibie.

Rangkaian kegiatan dirancang menggunakan konsep “200 Voices – 200 Letters – 28 Selected Ideas – 1 Book – 3 First Actions” dengan melibatkan pemuda, profesional, akademisi, dan kreator.

Para peserta akan didorong untuk berdialog, menuangkan gagasan, serta mengembangkannya menjadi karya dan aksi nyata.

The Legacy Relay 2026 Berpeluang Berkolaborasi dengan WCCE

Riefky mengatakan The Legacy Relay 2026 juga dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.

WCCE 2026 dijadwalkan mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”.

“Karena kegiatan The Legacy Relay 2026 bersamaan dengan penyelenggaraan WCCE 2026, kita dapat mengomunikasikannya lebih lanjut untuk melihat peluang kolaborasi dengan kegiatan WCCE,” katanya.

Ketua Pengurus Yayasan Kartini Heritage Center Joddy Mulyasetya Putra mengapresiasi peluang kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Menteri yang melihat potensi yayasan kami serta memberikan wadah dan peluang kesempatan berkolaborasi untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap ekonomi kreatif bisa terus mendukung kami karena ke depan banyak sekali kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kemandirian ekonomi,” ujar Joddy.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026