
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 31,90 juta Single Investor Identification (SID) hingga akhir September 2026 atau bertambah sekitar 760 ribu SID dalam satu bulan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 31,14 juta SID.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan jumlah investor pasar modal terus mengalami pertumbuhan setiap bulan.
"Investor selalu tumbuh setiap bulannya. Jumlah sekarang 31,9 juta (SID)," kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.
Jeffrey menjelaskan pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal Indonesia.
Partisipasi masyarakat tidak hanya berasal dari investasi saham, tetapi juga melalui berbagai instrumen pasar modal lainnya.
BEI Targetkan 35 Juta Investor pada 2030
BEI akan terus melakukan pengembangan ekosistem pasar modal untuk meningkatkan akses masyarakat sekaligus memperluas partisipasi investor.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan produk-produk pasar modal serta infrastruktur perdagangan.
BEI menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 35 juta SID pada 2030.
Target tersebut tercantum dalam Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan 2026–2030.
Selain mendorong pertumbuhan jumlah investor, BEI mulai mengimplementasikan mekanisme transaksi short selling pada September 2026.
Pada tahap awal implementasi, terdapat lima saham yang masuk dalam daftar efek yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme short selling.
Sebanyak 50 investor tercatat telah membuka rekening perdagangan khusus short selling pada hari pertama penerapannya.
Rekening perdagangan short selling tersebut berbeda dengan Rekening Dana Nasabah (RDN) yang digunakan dalam transaksi saham pada umumnya.
BEI Sebut Short Selling Berjalan Lancar
Jeffrey memastikan implementasi mekanisme short selling pada tahap awal berjalan lancar.
Menurut BEI, penerapan short selling juga tidak terlalu memengaruhi volatilitas saham-saham yang diperdagangkan melalui mekanisme tersebut.
"Beberapa saham tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya. Jadi secara umum, pemberlakuan short selling berjalan lancar," ujar dia.
Implementasi short selling masih berada dalam tahap uji coba yang direncanakan berlangsung hingga akhir 2026.
Setelah periode uji coba berakhir, BEI akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan mekanisme tersebut.
Hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan untuk kemungkinan memperluas penerapan short selling mulai awal 2027.
Lima Saham Masuk Daftar Short Selling
Lima saham yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling pada tahap awal adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Pada tahap awal penerapan, terdapat dua Anggota Bursa (AB) yang telah memenuhi persyaratan untuk menyediakan layanan transaksi short selling.
Kedua Anggota Bursa tersebut adalah Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas.
Selain itu, terdapat dua Anggota Bursa tambahan yang masih berada dalam pipeline atau antrean untuk menjadi anggota bursa yang dapat memfasilitasi transaksi short selling.
- Penulis :
- Leon Weldrick




