
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sekitar 50 investor telah membuka rekening perdagangan short selling pada hari pertama penerapan mekanisme tersebut dengan lima saham tersedia untuk ditransaksikan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pembukaan rekening berlangsung bersamaan dengan dimulainya implementasi transaksi short selling di Bursa Efek Indonesia.
“Informasi yang kami dapat sudah ada sekitar 50 investor yang sudah membuka perdagangan short selling,” kata Jeffrey.
Dari lima saham yang tersedia, baru satu saham tercatat telah digunakan dalam transaksi short selling pada hari pertama implementasi.
BEI Sebut Harga Saham Tak Tertekan Tajam
Jeffrey memastikan pelaksanaan transaksi short selling pada hari pertama berjalan lancar.
BEI berharap mekanisme tersebut dapat dimanfaatkan investor sebagai salah satu alternatif strategi investasi tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap harga saham di pasar.
Berdasarkan pemantauan perdagangan hari pertama, Jeffrey memastikan saham-saham yang masuk dalam daftar short selling tidak mengalami penurunan harga secara tajam.
Sejumlah saham bahkan sempat mengalami kenaikan atau bergerak relatif tidak berubah.
“Beberapa saham tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya. Jadi secara umum, pemberlakuan short selling berjalan lancar,” ungkap Jeffrey.
Implementasi short selling saat ini masih dalam tahap uji coba yang direncanakan berlangsung hingga akhir 2026.
BEI selanjutnya akan mengevaluasi pelaksanaan mekanisme tersebut sebagai pertimbangan untuk kemungkinan memperluas penerapan short selling mulai awal 2027.
Selain Anggota Bursa yang telah menyediakan layanan tersebut, terdapat dua Anggota Bursa tambahan yang sedang menjalani proses untuk mendapatkan izin memfasilitasi transaksi short selling.
“Kalau memang sudah siap, tentu akan kita berikan izin segera setelah kesiapan itu ada,” kata Jeffrey.
ASII hingga BBCA Masuk Daftar Short Selling
Implementasi short selling menjadi salah satu langkah BEI untuk menyelaraskan praktik dan standar perdagangan pasar modal Indonesia dengan praktik yang diterapkan di bursa global.
BEI belum menetapkan target khusus mengenai jumlah investor maupun transaksi short selling karena penerapannya masih berada pada tahap awal.
“Karena ini masih tahap awal, tentu kita belum menetapkan target jumlah investornya,” ujar Jeffrey.
Lima saham yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme short selling pada tahap awal adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Pada tahap awal implementasi, dua Anggota Bursa telah memenuhi persyaratan untuk menyediakan layanan transaksi short selling, yakni Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas.
- Penulis :
- Arian Mesa




