HOME  ⁄  Ekonomi

IESR Dukung Penghentian Sementara Proyek BDx Data Center di Jatiluhur karena Perizinan Belum Lengkap

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IESR Dukung Penghentian Sementara Proyek BDx Data Center di Jatiluhur karena Perizinan Belum Lengkap
Foto: (Sumber :Arsip - Pembangunan GI Jatiluhur Baru 150 kV yang akan memperkuat pasokan listrik untuk data center BDx CGK4 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (HO-PLN).)

Pantau - Institute for Essential Services Reform (IESR) mendukung keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Center di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, karena sejumlah perizinan belum terpenuhi.

Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa menilai pembangunan pusat data berskala besar perlu memperhatikan penggunaan air, kebutuhan listrik, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.

"Pembangunan harus tetap berjalan dengan menghormati keberlanjutan sumber daya air, keandalan listrik, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi," kata Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut Fabby, proyek dengan kebutuhan air dan listrik dalam jumlah besar tidak semestinya dibangun sebelum izin lingkungan dan bangunan lengkap serta dampaknya diketahui masyarakat.

"Kami menghargai ketegasan Gubernur Jawa Barat (dalam penghentian pembangunan proyek data center," ujarnya.

Konstruksi Dihentikan Setelah Inspeksi Gubernur

AI Campus 2 (CGK4) milik BDx direncanakan memiliki kapasitas 640 megawatt dan berlokasi sekitar lima kilometer dari Waduk Jatiluhur.

Peletakan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada 22 September 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian menghentikan pekerjaan konstruksi setelah inspeksi mendadak gubernur pada 28 September 2026 karena Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum diterbitkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

IESR menilai kelengkapan perizinan perlu dipenuhi sebelum pembangunan dilanjutkan mengingat skala kebutuhan sumber daya proyek tersebut.

Kebutuhan Air Diperkirakan Capai 12 Juta Meter Kubik per Tahun

Menurut Fabby, kebutuhan air pada tahap pengembangan berikutnya diperkirakan mencapai 384 liter per detik atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari.

Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 12 juta meter kubik air per tahun yang direncanakan bersumber dari Waduk Jatiluhur.

IESR menyoroti kebutuhan tersebut karena Waduk Jatiluhur juga menjadi sumber penting bagi irigasi pertanian di Jawa Barat.

"Beban 640 MW, bila beroperasi penuh sepanjang tahun, setara dengan konsumsi listrik hingga sekitar 5,6 terawatt-jam (TWh) per tahun," katanya menambahkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026