
Pantau - PLN Batam memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri data center dan ekonomi digital di Batam, Kepulauan Riau, dengan menyiapkan pasokan listrik yang andal sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan kapasitas pembangkitan akan dikembangkan secara bertahap untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik pada masa mendatang.
“PLN Batam berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Kwin Fo dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat (2/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Kwin dalam kegiatan Data Centre World Asia yang menjadi bagian dari rangkaian Tech Week Singapore 2026 di Singapura.
Batam Bidik Investasi Data Center Global
Kwin mengatakan perkembangan industri data center membuat Batam semakin dikenal dalam peta investasi global.
Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan infrastruktur, serta perkembangan ekosistem investasi disebut menjadi faktor yang mendukung daya tarik Batam bagi industri digital.
“Ketika berbicara mengenai pengembangan data center di Indonesia, Batam semakin dikenal oleh investor global. Kedekatannya dengan Singapura dan posisinya sebagai bagian dari kawasan perdagangan bebas memberikan nilai tambah yang sangat menarik bagi investor, khususnya di sektor teknologi dan AI (kecerdasan buatan),” katanya menjelaskan.
Menurut Kwin, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga memiliki peran dalam mendukung ekosistem investasi melalui kemudahan dan kecepatan proses perizinan.
“Batam memiliki keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas. Dukungan BP Batam dalam memberikan kemudahan dan kecepatan proses investasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat Batam semakin menarik bagi investor teknologi dan data center,” tambah Kwin Fo.
PLN Batam Perkuat Pasokan Energi Hijau
Selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN Batam menyatakan akan meningkatkan penggunaan energi terbarukan secara bertahap.
Kwin mengatakan industri data center membutuhkan listrik dalam jumlah besar sekaligus menghadapi kebutuhan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Pertumbuhan data center tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan listrik yang semakin hijau. Karena itu, PLN Batam mempersiapkan keduanya secara bersamaan: keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan industri dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung agenda keberlanjutan,” kata Kwin Fo.
Partisipasi PLN Batam dalam Data Centre World Asia juga diarahkan untuk memperkuat hubungan dengan komunitas bisnis dan teknologi global serta memperkenalkan potensi Batam sebagai lokasi pengembangan industri data center.
- Penulis :
- Aditya Yohan




