
Pantau - Delegasi DPR RI mendorong penguatan tata kelola digital dan kecerdasan buatan (AI), keadilan sosial, budaya damai, serta langkah substantif terkait Palestina dalam Pertemuan Komite Tetap Urusan Sosial dan Budaya Asian Parliamentary Assembly (APA) di Dushanbe, Tajikistan, Jumat (25/9/2026).
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat menyampaikan pandangan tersebut dalam sesi General Debate bersama delegasi DPR lainnya, Nila Yani Hardiyanti dan Ravindra Airlangga.
Syahrul mengajak parlemen anggota APA memperkuat kerja sama untuk membangun kawasan Asia yang damai, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
“Di tengah meningkatnya konflik, polarisasi sosial, ekstremisme, ujaran kebencian, dan disinformasi, Indonesia mendukung penuh pelaksanaan International Decade for Strengthening Peace for Future Generations 2027–2036,” ujar Syahrul dalam keterangan persnya, Kamis (1/10).
DPR Soroti Tata Kelola AI dan Perlindungan Data
Seiring perkembangan teknologi dan AI, delegasi DPR menyerukan peningkatan literasi digital, perlindungan data pribadi, dan tata kelola AI yang bertanggung jawab.
DPR juga mendorong pemerataan akses teknologi agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan masyarakat di berbagai negara Asia.
Selain transformasi digital, Indonesia menekankan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat melalui pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, pemberdayaan, dan perlindungan sosial.
“Indonesia juga menyerukan penguatan kerja sama regional dalam memberantas korupsi, peredaran narkoba, penyelundupan benda cagar budaya, serta kejahatan lintas negara lainnya,” katanya.
Delegasi Indonesia Sampaikan Sikap soal Palestina
Syahrul menyebut isu Palestina sebagai bagian dari pembahasan yang dinilai penting oleh delegasi Indonesia di kawasan Asia.
“Kami mendorong APA untuk tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga mengambil posisi yang jelas dan substantif dalam merespons pelanggaran terhadap warga sipil Palestina di Gaza dan Tepi Barat,” sebut Politisi Fraksi PKS itu.
Delegasi Indonesia menyampaikan dukungan terhadap Deklarasi New York 2025 dan peran Indonesia dalam Komite Khusus tindak lanjut deklarasi tersebut.
Indonesia juga menyerukan pembatalan langkah Israel yang dinilai mengubah karakter geografis dan demografis Wilayah Pendudukan Palestina serta menyampaikan dukungan terhadap pembatasan impor dan layanan yang terhubung dengan permukiman Israel yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.
Delegasi DPR turut menyampaikan dukungan terhadap solusi dua negara atau Two-State Solution dengan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan garis batas 4 Juni 1967 serta Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
DPR Dorong Diplomasi Air di Asia
Syahrul turut mengajak negara-negara Asia melanjutkan semangat The 10th World Water Forum di Bali pada 2024 yang mengangkat tema Water for Shared Prosperity.
Kerja sama tersebut diarahkan pada pemanfaatan air secara bertanggung jawab melalui diplomasi air, penggunaan teknologi hemat air, dan pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim.
Syahrul berharap hasil dan resolusi dalam sidang APA dapat menjadi panduan praktis bagi kerja sama negara-negara Asia, bukan hanya berhenti sebagai dokumen politik.
- Penulis :
- Aditya Yohan




