
Pantau - Relawan Pejuang Negeri Maju (PENEMU) bersama Kejar Cita menggelar pelatihan teknologi digital bagi 150 guru untuk meningkatkan kompetensi dan mendukung pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di kelas.
Pelatihan bertema “Peningkatan Kompetensi Teknologi Digital GTK untuk Pembelajaran di Kelas” tersebut melibatkan 75 guru sekolah dasar (SD) dan 75 guru sekolah menengah pertama (SMP) dari 150 sekolah.
Sekjen PENEMU Randy Dwi Bastian mengatakan peningkatan kemampuan teknologi digital diperlukan untuk menjawab perkembangan kebutuhan pembelajaran.
"Guru perlu mendapatkan ruang untuk meningkatkan kompetensi agar pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara relevan di ruang kelas," kata Sekjen PENEMU Randy Dwi Bastian di Jakarta, Jumat.
Teknologi Didorong Masuk ke Pembelajaran
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Kejar Cita bersama Kementerian Pendidikan dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.
Peningkatan kompetensi digital diharapkan membantu guru mengoptimalkan berbagai inovasi sekaligus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pendidikan.
"Kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi," katanya.
Ketua Umum PENEMU Sinda Sutadisastra mengatakan kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
“Kejar Cita berkomitmen membantu menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ucap Sinda Sutadisastra.
Pelatihan Libatkan 150 Guru
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) yang membuka ruang keterlibatan berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Pihak yang dapat terlibat dalam PSPB mencakup dunia usaha, industri, filantropi, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, media, serta mitra pembangunan.
Kolaborasi tersebut diarahkan agar kontribusi setiap pihak terhadap pendidikan dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan memberikan dampak.
Sebanyak 150 guru dari 150 sekolah mengikuti kegiatan tersebut dengan komposisi 75 guru SD dan 75 guru SMP.
- Penulis :
- Aditya Yohan




