
Pantau - Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menampung lebih dari 44.000 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA hingga pertengahan 2026.
Program pendidikan yang mulai beroperasi secara bertahap sejak Juli 2025 tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan mereka yang terkendala akses geografis.
Pada 12 Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan secara serentak 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota.
Sekolah rintisan tersebut memberikan akses pendidikan kepada 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Rakyat
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah berdiri dan beroperasi.
Jika digabungkan dengan sekolah rintisan yang beroperasi, jumlah Sekolah Rakyat disebut mencapai 182 lokasi dengan lebih dari 44.000 peserta didik.
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 untuk memperluas jangkauan program tersebut.
Program ini diarahkan menjangkau 4,16 juta anak Indonesia yang tercatat tidak bersekolah atau putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi maupun akses geografis berdasarkan data terintegrasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Siswa Dipetakan Berdasarkan Potensi
Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes seleksi akademik dan menerapkan tes DNA talent berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memetakan bakat serta potensi siswa.
Hasil pemetaan Kementerian Sosial bersama sebuah lembaga pendidikan di Jakarta terhadap lebih dari 15.000 siswa tahun pertama menunjukkan 54,2 persen memiliki keunggulan pada talenta sosial.
Sebanyak 34,3 persen lainnya tercatat memiliki keunggulan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), sedangkan 11,5 persen pada bidang bahasa.
Sekolah Rakyat juga menggunakan kurikulum berprinsip multi-entry multi-exit yang memungkinkan proses pendidikan disesuaikan dengan usia, kemampuan akademik, dan perkembangan kepribadian peserta didik.
Siswa Dibekali Keterampilan Vokasional
Guru, tenaga kependidikan, wali asrama, dan wali asuh Sekolah Rakyat menjalani proses seleksi yang melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Selain mengikuti pembelajaran akademik, siswa di lingkungan asrama memperoleh keterampilan vokasional, sertifikasi kompetensi, literasi keuangan digital, serta pembelajaran kebudayaan.
Peserta didik juga mendapat pembelajaran sejumlah bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, dan Jerman.
Program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




