HOME  ⁄  Ekonomi

Kemendag Sebut Dampak El Nino Picu Harga Referensi Kakao Naik 7,49 Persen pada Oktober 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemendag Sebut Dampak El Nino Picu Harga Referensi Kakao Naik 7,49 Persen pada Oktober 2026
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Seorang petani memperlihatkan hasil panen buah kakao. (ANTARA/HO-LPEI).)

Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut dampak El Nino di kawasan produksi utama kakao Afrika Barat turut memicu kenaikan harga referensi (HR) biji kakao periode 1-31 Oktober 2026 menjadi 6.057,87 dolar AS per metrik ton (MT).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HR biji kakao tersebut naik 422,12 dolar AS atau 7,49 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan itu turut mendorong harga patokan ekspor (HPE) biji kakao periode Oktober 2026 menjadi 5.686 dolar AS per MT atau meningkat 416 dolar AS setara 7,88 persen dari periode sebelumnya.

"HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia. Kekhawatiran terhadap penurunan kuantitas dan kualitas produksi akibat dampak El Nino di kawasan produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat, memicu kenaikan HR dan HPE biji kakao periode Oktober 2026," ujar Tommy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Kakao Ditetapkan 7,5 Persen

Penetapan bea keluar (BK) biji kakao periode Oktober 2026 merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 juncto PMK Nomor 68 Tahun 2025 dengan tarif sebesar 7,5 persen.

Pungutan ekspor (PE) biji kakao pada periode yang sama mengacu pada Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025 juncto PMK Nomor 9 Tahun 2026 dengan besaran 7,5 persen.

Sementara itu, HPE produk kulit pada Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

HPE keping kayu atau chipwood, kayu olahan berpenampang 1.000-4.000 mm² dari hutan tanaman jenis sungkai, serta kayu olahan khusus merbau berpenampang 4.000-10.000 mm² juga tidak berubah.

HPE Sejumlah Produk Kayu Naik, Getah Pinus Turun

Kemendag mencatat kenaikan HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm² dari jenis meranti, rimba campuran, sortimen lainnya jenis jati, serta hutan tanaman jenis pinus, gmelina, akasia, balsa, dan eukaliptus.

Sebaliknya, HPE getah pinus periode Oktober 2026 turun menjadi 1.020 dolar AS per MT atau berkurang 32 dolar AS setara 3,04 persen dibandingkan September 2026.

Penurunan HPE juga terjadi pada kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman, kayu lapis untuk kotak kemasan atau wooden sheet for packing box, serta kayu kering atau pecahan berupa wood in chips or particle.

HPE kayu olahan berpenampang 1.000-4.000 mm² dari jenis merbau, sortimen lainnya eboni, serta hutan tanaman jenis karet dan sengon juga mengalami penurunan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026