HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat ke 6.036,89, Pasar Menanti Rilis Sejumlah Data Ekonomi Domestik

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat ke 6.036,89, Pasar Menanti Rilis Sejumlah Data Ekonomi Domestik
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat sore ditutup menguat 27,39 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.036,89 menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik pada pekan berikutnya.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,08 poin atau 0,52 persen menjadi 595,46.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mencatat pergerakan IHSG cenderung mengalami konsolidasi di sekitar level 6.000.

Ratna memperkirakan IHSG pada pekan berikutnya berpotensi bergerak sideways atau mendatar dengan kecenderungan menguat pada kisaran 6.000–6.200.

Pasar Menanti Data Ekonomi Domestik

Pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan dirilis pada pekan berikutnya.

Data cadangan devisa dijadwalkan dirilis pada Rabu, 7 Oktober, disusul indeks keyakinan konsumen pada Kamis, 8 Oktober.

Data retail sales atau penjualan ritel serta penjualan otomotif dijadwalkan dirilis pada Jumat, 9 Oktober.

Dari faktor eksternal, bursa saham regional Asia bergerak variatif dengan kecenderungan melemah di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global.

Dari Amerika Serikat (AS), terdapat pertimbangan untuk mengerahkan kapal induk dan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus mencatat pasar memandang rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik dengan Iran dan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi regional.

Kekhawatiran terhadap eskalasi konflik dan potensi terganggunya pasokan energi dinilai dapat mendorong kenaikan harga minyak yang pada akhirnya berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi.

Delapan Sektor Menguat, Teknologi Memimpin

IHSG sempat berada di zona negatif pada sesi pertama dengan pelemahan sebesar 0,32 persen sebelum berbalik menguat pada sesi kedua dan ditutup naik 0,46 persen.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak delapan sektor ditutup menguat dengan sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar sebesar 1,51 persen.

Sektor energi menguat 1,12 persen, barang konsumen primer naik 0,67 persen, barang baku menguat 0,47 persen, dan properti naik 0,4 persen.

Sektor kesehatan dan keuangan masing-masing mencatat penguatan sebesar 0,2 persen.

Sementara itu, tiga sektor mengalami pelemahan dengan transportasi dan logistik turun paling dalam sebesar 1,38 persen.

Sektor infrastruktur melemah 0,9 persen, sedangkan barang konsumen nonprimer turun 0,07 persen.

Lima saham yang mencatat kenaikan harga terbesar adalah BLTZ, BSWD, ROCK, MBSS, dan STAR.

Sebaliknya, lima saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah ALKA, XBID, CCSI, HOPE, dan FORU.

Transaksi Saham Mencapai Rp12,24 Triliun

Volume perdagangan pada Jumat mencapai 120,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,24 triliun dan frekuensi sebanyak 1,614 juta kali transaksi.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 332 saham ditutup menguat, 357 saham melemah, dan 274 saham stagnan.

Bursa saham regional Asia pada Jumat sore bergerak variatif dengan indeks Nikkei melemah 0,87 persen, Hang Seng turun 2,60 persen, dan Straits Times melemah 0,58 persen.

Berbeda dengan ketiga indeks tersebut, indeks KOSPI ditutup menguat sebesar 0,46 persen.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026