HOME  ⁄  Ekonomi

Laba BSI Tembus Rp5,30 Triliun hingga Agustus 2026, Pembiayaan Melonjak Jadi Rp344 Triliun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Laba BSI Tembus Rp5,30 Triliun hingga Agustus 2026, Pembiayaan Melonjak Jadi Rp344 Triliun
Foto: (Sumber :Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anggoro Eko Cahyo. ANTARA/Rizka Khaerunnisa.)

Pantau - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba Rp5,30 triliun hingga Agustus 2026 atau tumbuh 10,07 persen secara tahunan, ditopang ekspansi bisnis, penguatan dana murah, pertumbuhan pembiayaan, serta kontribusi bisnis emas dan fee based income.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan kinerja tersebut menunjukkan transformasi bisnis perseroan mulai menghasilkan pertumbuhan yang semakin seimbang dari sisi pendanaan, pembiayaan, maupun non-financing income.

“Kami melihat fundamental BSI semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income. Ini menunjukkan mesin pertumbuhan BSI semakin terdiversifikasi dan memiliki ruang untuk terus berkembang,” kata Anggoro.

Dana Pihak Ketiga BSI Capai Rp389 Triliun

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh 17,71 persen secara tahunan atau year on year menjadi Rp389 triliun hingga Agustus 2026.

Dana murah atau current account saving account (CASA) tercatat mencapai Rp246 triliun.

Penguatan CASA terutama ditopang pertumbuhan tabungan yang mencapai Rp171 triliun sehingga memperkokoh struktur pendanaan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dana perseroan.

Efisiensi tersebut tercermin dari cost of fund (CoF) yang turun 37 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 2,30 persen.

Menurut perseroan, penurunan biaya dana memberikan ruang bagi BSI untuk mempertahankan daya saing pembiayaan sekaligus menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri perbankan.

Pembiayaan BSI Tumbuh 16,21 Persen

Pada sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh 16,21 persen secara tahunan hingga mencapai Rp344 triliun per Agustus 2026.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan laba perseroan yang tercatat sebesar 10,07 persen pada periode yang sama.

Kinerja BSI juga didukung kontribusi bisnis emas dan peningkatan fee based income yang memperluas sumber pendapatan di luar aktivitas pembiayaan.

Penguatan pendanaan, penurunan biaya dana, dan ekspansi pembiayaan menjadi faktor yang menopang pertumbuhan kinerja BSI hingga delapan bulan pertama 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026