
Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam tanaman pangan pendamping beras, salah satunya singkong.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan pendamping beras dapat menjadi langkah masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan.
"Ya memang pemanfaatan lahan untuk tanaman pendamping beras bisa menjadi salah satu langkah masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan," kata Taufik.
Menurut Taufik, pengembangan tanaman pangan pendamping beras juga menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Salah satu penerapan pemanfaatan lahan tersebut dilakukan di Jalan Radar Utara, Pangkalan Jati, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
Masyarakat di lokasi tersebut telah melakukan panen tanaman singkong dan petai pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Tujuh Komoditas Pangan Didorong untuk Ditanam
Gerakan menanam tanaman pangan pendamping beras di Jakarta didukung dengan instruksi dari pemerintah daerah.
"Memang ada Instruksi Sekretaris Daerah Khusus Ibu Kota Provinsi Jakarta Nomor 40 Tahun 2026 tentang Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras untuk Ketahanan Pangan Keluarga DKI Jakarta," kata Taufik.
Melalui gerakan tersebut, sejumlah komoditas pangan didorong untuk ditanam dan dikembangkan masyarakat.
Komoditas tersebut meliputi singkong, ubi, jagung, sukun, talas, pisang, dan labu madu.
Taufik mengatakan hasil tanaman yang dikembangkan melalui gerakan tersebut pada tahap awal masih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Wali Kota Jakarta Timur Panen Singkong dan Petai
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin melakukan aksi panen singkong dan petai bersama masyarakat di lingkungan RW 09, Jalan Radar Utara, Cipinang Melayu, Makasar, pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, singkong yang berhasil dipanen mencapai sekitar 15 kilogram.
Selain singkong, masyarakat bersama Wali Kota Jakarta Timur juga memanen petai sebanyak 40 papan.
Menurut Munjirin, kegiatan menanam dan memanen tanaman pangan merupakan langkah positif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
"Cukup baik dan bagus ya, panen ini maksimal tadi kita cabut singkong besar-besar dan petainya cukup segar, ini mewujudkan upaya ketahanan pangan optimal," kata Munjirin.
Munjirin berharap pemanfaatan lahan produktif untuk tanaman pangan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan di Jakarta Timur.
- Penulis :
- Shila Glorya




