
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Rabu (7/10/2026) mengikuti penurunan mayoritas bursa saham kawasan Asia.
Setelah dibuka menguat, IHSG pada pukul 10.20 WIB bergerak turun 21,64 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.171,29.
Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut melemah 0,51 poin atau 0,08 persen ke posisi 607,65.
“Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Sentimen AI dan Wall Street Jadi Perhatian
Ratna mengatakan reli yang berlangsung sejak pekan sebelumnya, antusiasme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), serta harga minyak yang stabil telah membantu pasar menghadapi gejolak obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
“Setelah September 2026 yang lesu, bursa saham kembali menguat tajam di awal bulan ini," ujar Ratna.
Sentimen pasar bertahan di tengah tekanan berupa aksi jual obligasi pemerintah AS dan ketidakpastian geopolitik dengan dukungan kebangkitan minat investasi pada sektor AI serta kinerja laba perusahaan yang solid.
“Bulan ini juga menandai tahun keempat pasar bullish Wall Street yang dimulai pada tahun 2022. Saat ini merupakan pasar bullish terpanjang kedelapan sejak Perang Dunia II, dengan kenaikan sebesar 118 persen," ujar Ratna.
Harga minyak Brent cenderung stabil di level 100 dolar AS per barel pada Selasa (6/10/2026) setelah sebelumnya mengalami koreksi.
Harga emas spot ditutup menguat 0,7 persen ke level 4.168 dolar AS per troy ounce pada Selasa (6/10/2026), didukung jeda kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan dolar.
Investor juga menantikan risalah rapat The Fed pada September untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter AS.
Investor Menanti Cadangan Devisa Indonesia
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data cadangan devisa Indonesia periode September 2026 yang dijadwalkan dirilis pada Rabu.
Cadangan devisa sebelumnya meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026.
Penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat mencapai Rp240,28 triliun hingga akhir September 2026 atau 71,51 persen dari target penerimaan Bea Cukai dalam APBN 2026.
Penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut tumbuh 8,57 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada level 5,2 persen pada 2026 dan 2027, sedangkan pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik diperkirakan mencapai 4,5 persen pada 2026.
Menurut Bank Dunia, aktivitas ekonomi Indonesia didukung peningkatan pelaksanaan program prioritas pemerintah, investasi terkait negara, serta subsidi energi.
Mayoritas Bursa Asia Bergerak Melemah
Bursa Eropa ditutup menguat pada Selasa (6/10/2026), dengan FTSE 100 Inggris naik 0,42 persen, DAX Jerman 0,77 persen, CAC 40 Prancis 0,40 persen, dan Euro Stoxx 50 sebesar 0,49 persen.
Wall Street juga ditutup menguat dengan S&P 500 naik 0,58 persen ke 7.818,93, Nasdaq Composite menguat 0,45 persen ke 27.599,79, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,49 persen ke 51.521,69.
Sebaliknya, mayoritas bursa Asia bergerak melemah pada perdagangan Rabu pagi.
Indeks Nikkei turun 0,62 persen, Hang Seng melemah 0,84 persen, Kospi turun 1,01 persen, Kuala Lumpur melemah 0,99 persen, dan Strait Times turun 0,92 persen.
Bursa Shanghai di China tidak melakukan perdagangan karena libur Golden Week atau Hari Nasional China.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




