HOME  ⁄  Ekonomi

Mendag Budi Sebut ART Buka Peluang Perdagangan dan Investasi Indonesia-AS Semakin Besar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Mendag Budi Sebut ART Buka Peluang Perdagangan dan Investasi Indonesia-AS Semakin Besar
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri kegiatan 14th Annual US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa 6/10/2026 (sumber: Kemendag)

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), salah satunya melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Menurut Budi, perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan dengan negara lain.

Pada saat yang sama, pemerintah terus melakukan reformasi domestik untuk memperkuat industri serta memperluas peluang kerja sama.

“Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan, sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

ART Didorong Tingkatkan Akses Pasar

Budi mengatakan hubungan perdagangan dan investasi yang kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat memberikan peluang signifikan bagi pelaku usaha dari kedua negara.

Dalam konteks tersebut, ART dinilai menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan peluang kerja sama perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat.

Optimalisasi melalui ART diarahkan untuk memperkuat kepastian hubungan perdagangan sekaligus meningkatkan akses pasar bagi kedua negara.

Perjanjian tersebut juga dinilai dapat memperkuat keterkaitan rantai pasok antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Dalam hal ini, ART menjadi salah satu cara Indonesia mengoptimalkan peluang tersebut dengan AS melalui penguatan kepastian, peningkatan akses pasar dan keterkaitan rantai pasok,” katanya.

Indonesia Dinilai Punya Posisi Strategis di Indo-Pasifik

Budi menilai Indonesia berada dalam posisi strategis seiring dengan semakin besarnya peran kawasan Indo-Pasifik dalam perekonomian global.

Posisi tersebut turut didukung pasar domestik yang terus berkembang, tenaga kerja relatif muda dan produktif, serta sumber daya yang melimpah.

Berbagai keunggulan itu dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar sekaligus pusat strategis untuk kegiatan produksi, investasi, dan ekspor.

“Peningkatan peran Indo-Pasifik dalam ekonomi global telah menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai pasar utama serta hub strategis untuk produksi, investasi dan ekspor,” jelas Budi.

Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Perluas Pasar Global

Pemerintah terus mendorong program hilirisasi industri sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain hilirisasi, pemerintah mendorong penguatan ketahanan pangan dan keberlanjutan serta berupaya memperluas akses Indonesia ke pasar global.

Berbagai langkah tersebut bersama penguatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat melalui ART diarahkan untuk mengakselerasi perekonomian nasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026