
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 46,21 poin atau 0,75 persen ke level 6.146,76 pada perdagangan Rabu sore, mengikuti pergerakan negatif mayoritas bursa saham Asia.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut turun 2,44 poin atau 0,40 persen ke posisi 605,72.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus atau Nico mengatakan bursa Asia didominasi pelemahan seiring kembali meningkatnya harga minyak.
Kenaikan harga minyak berlangsung di tengah berlanjutnya ancaman terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah yang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.
"Bursa Asia didominasi pelemahan seiring kenaikan kembali harga minyak akibat berlanjutnya ancaman terhadap pasokan energi dari Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga," kata Nico.
Pasar Menanti Risalah Rapat The Fed
Dari faktor eksternal, pelaku pasar menantikan publikasi risalah rapat terbaru bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Investor juga mencermati pernyataan kebijakan para pejabat The Fed untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS pada September 2026.
Posisi tersebut sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 146,5 miliar dolar AS dan merupakan level tertinggi dalam lima bulan.
Penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.
Pergerakan cadangan devisa juga berlangsung di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Meskipun menurun, cadangan devisa tetap kuat karena setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Sepuluh Sektor Saham Berakhir di Zona Merah
IHSG dibuka melemah dan bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga akhirnya menutup perdagangan dengan pelemahan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 0,04 persen.
Sebanyak 10 sektor lainnya mengalami pelemahan dengan sektor energi mencatat penurunan terdalam sebesar 1,48 persen.
Sektor barang baku melemah 1,28 persen, sedangkan sektor barang konsumen primer turun 1,21 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar adalah AKKU, ASMI, PGLI, MPXL, dan INCI.
Sementara itu, UANG, ROCK, INTD, AGAR, dan GMTD menjadi saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar.
Frekuensi perdagangan sepanjang hari mencapai 1,53 juta kali transaksi dengan volume sebanyak 47,78 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp36,19 triliun.
Sebanyak 280 saham menguat, 390 saham melemah, dan 293 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Mayoritas Bursa Asia Ikut Melemah
Pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa saham utama kawasan Asia.
Indeks Nikkei melemah 0,76 persen ke posisi 70.150,00, sedangkan indeks Kospi turun 1,98 persen ke posisi 6.803,90.
Indeks Hang Seng melemah 0,62 persen ke posisi 24.130,50 dan indeks Strait Times turun 1,63 persen ke posisi 5.608,44.
Sementara itu, perdagangan indeks Shanghai di China diliburkan dalam rangka Golden Week atau Hari Nasional China.
- Penulis :
- Arian Mesa




