
Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Bogor, Jawa Barat, menyiapkan penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada 821.319 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras yang disalurkan sekaligus untuk memenuhi alokasi tiga bulan.
Kepala Cabang Bogor Perum Bulog, Dadan Irawan, mengatakan stok beras bantuan pangan telah tersedia di gudang dan saat ini sedang menjalani proses pengarungan atau pengemasan kembali sebelum didistribusikan.
Penyaluran bantuan tersebut ditargetkan mulai berlangsung pada pekan ketiga Oktober atau awal November 2026.
"Saat ini berasnya sudah tersedia dan masuk tahapan pengarungan atau "rebagging" di gudang, dan ditargetkan pekan ke-3 Oktober atau awal November sudah mulai didistribusikan alokasi periode Oktober-Desember 2026," kata Dadan di Bogor, Kamis (8/10).
Bulog Cabang Bogor menyiapkan sekitar 24.000 ton beras untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan selama satu periode alokasi tiga bulan di wilayah kerjanya.
Stok Beras Bantuan Pangan Sudah Tersedia di Gudang Bulog
Dadan menjelaskan bahwa persediaan beras untuk bantuan pangan periode Oktober hingga Desember 2026 telah tersedia di gudang Bulog.
Dengan tersedianya stok tersebut, Bulog Cabang Bogor saat ini memusatkan kegiatan pada proses pengarungan sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat.
Pengarungan atau rebagging merupakan proses pengemasan kembali beras ke dalam karung sesuai kebutuhan penyaluran bantuan pangan.
Tahapan tersebut diperlukan untuk mempersiapkan beras agar dapat didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat sesuai alokasi yang ditetapkan.
Bulog menargetkan proses persiapan dapat mendukung dimulainya distribusi pada pekan ketiga Oktober atau awal November 2026.
Namun, jadwal tersebut masih merupakan target awal karena proses persiapan dan pengemasan beras masih berlangsung.
Wilayah penyaluran bantuan pangan yang menjadi tanggung jawab Bulog Cabang Bogor mencakup Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.
Bulog memastikan ketersediaan stok beras untuk ketiga wilayah tersebut telah dipersiapkan sebelum proses distribusi dimulai.
Sebanyak 821.319 Keluarga Akan Menerima 30 Kilogram Beras
Dadan menyampaikan bahwa Bulog Cabang Bogor mendistribusikan sekitar 24.000 ton beras bantuan pangan untuk setiap periode alokasi tiga bulan.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 821.319 keluarga penerima manfaat yang tersebar di Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.
Setiap keluarga mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras untuk satu periode penyaluran.
Penyaluran dilakukan secara rapel atau sekaligus untuk memenuhi kebutuhan alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
Dengan skema tersebut, bantuan 30 kilogram beras setara dengan alokasi 10 kilogram per bulan untuk setiap keluarga penerima manfaat.
Berdasarkan jumlah 821.319 KPM dengan alokasi 30 kilogram per keluarga, kebutuhan beras secara matematis mencapai 24.639.570 kilogram.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 24.640 ton beras untuk keseluruhan penerima manfaat.
Angka hasil perhitungan tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan volume sekitar 24.000 ton yang disampaikan Dadan.
Dengan demikian, angka 24.000 ton merupakan perkiraan volume bantuan yang disampaikan Bulog, sedangkan kebutuhan berdasarkan jumlah penerima dan jatah masing-masing mencapai sekitar 24.640 ton.
Besarnya volume bantuan pangan tersebut memerlukan persiapan penyimpanan, pengemasan, pengangkutan, dan distribusi agar beras dapat diterima masyarakat sesuai alokasi.
Gudang Bulog Dramaga Jadi Titik Utama Persiapan Distribusi
Untuk mendukung penyaluran bantuan pangan, Bulog Cabang Bogor memanfaatkan Gudang Bulog Dramaga yang berada di Kabupaten Bogor.
Gudang tersebut menjadi salah satu titik utama penyimpanan dan persiapan beras sebelum didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat.
Selain Gudang Dramaga, Bulog juga menyiapkan dua gudang pendukung lainnya.
Kedua gudang tersebut digunakan untuk membantu kapasitas penyimpanan serta mendukung kebutuhan distribusi beras bantuan pangan.
Dengan dukungan tiga lokasi pergudangan, Bulog mempersiapkan pengelolaan stok sebelum bantuan dikirim ke wilayah Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.
Selain menyiapkan bantuan pangan, Bulog Cabang Bogor juga terus melakukan penyerapan beras dari petani.
Kegiatan penyerapan tersebut terutama berlangsung di wilayah Kabupaten Bogor melalui mitra-mitra Bulog yang terlibat dalam pengadaan beras.
Dengan demikian, Bulog menjalankan persiapan distribusi bantuan pangan sekaligus melanjutkan kegiatan penyerapan hasil produksi petani.
Bulog Evaluasi Penyaluran Sebelumnya, Akses Jalan Jadi Kendala
Sebelum mempersiapkan distribusi periode Oktober hingga Desember, Bulog Cabang Bogor telah menyelesaikan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli hingga September 2026.
Dadan mengatakan distribusi bantuan pangan pada periode sebelumnya telah dituntaskan.
Setelah penyaluran selesai, Bulog melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan distribusi di berbagai wilayah.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kendala dan memperbaiki efektivitas penyaluran bantuan pangan pada periode berikutnya.
Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan kondisi geografis dan akses jalan menuju titik distribusi di tingkat desa.
Dadan menjelaskan bahwa terdapat sejumlah wilayah yang tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan pengangkut berukuran besar.
"Ada beberapa wilayah yang kondisi geografisnya tidak bisa menggunakan truk besar, sehingga harus menggunakan truk kecil sehingga bisa menjangkau lokasi itu," kata Dadan.
Penggunaan truk kecil menjadi salah satu langkah penyesuaian teknis agar bantuan pangan tetap dapat dikirim ke lokasi yang memiliki akses jalan terbatas.
Bulog akan menggunakan hasil evaluasi periode sebelumnya sebagai bahan perbaikan dalam mempersiapkan penyaluran bantuan pangan Oktober hingga Desember 2026.
Penyesuaian jenis kendaraan pengangkut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis masing-masing wilayah tujuan.
Bulog Pastikan Bantuan Beras Disalurkan Tepat Sasaran
Selain mempersiapkan pengiriman beras, Bulog Cabang Bogor juga akan melakukan pemantauan terhadap proses distribusi bantuan pangan.
Dadan menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan dan evaluasi dilakukan di berbagai wilayah untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara efektif.
Bulog juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran agar beras bantuan pangan disalurkan kepada keluarga yang tercatat sebagai penerima manfaat.
"Selain penyaluran, juga dilakukan monitoring dan evaluasi penyaluran di berbagai wilayah, untuk memastikan pendistribusian berlangsung efektif dan tepat sasaran," katanya.
Pemantauan tersebut juga dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan distribusi yang muncul selama proses penyaluran.
Selain memastikan ketepatan penerima, Bulog memperhatikan kesiapan sarana transportasi agar bantuan dapat menjangkau wilayah dengan kondisi geografis yang berbeda.
Hasil evaluasi akan digunakan untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan selama periode Oktober hingga Desember 2026.
Dengan stok beras yang telah tersedia dan proses pengarungan yang sedang berlangsung, Bulog Cabang Bogor menargetkan bantuan mulai disalurkan pada pekan ketiga Oktober atau awal November 2026.
Sebanyak 821.319 keluarga penerima manfaat di Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor dijadwalkan memperoleh bantuan 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.
Bulog menyiapkan Gudang Dramaga beserta dua gudang pendukung, melakukan penyesuaian kendaraan pengangkut, serta melaksanakan pemantauan agar penyaluran bantuan pangan berlangsung efektif dan tepat sasaran.
- Penulis :
- Arian Mesa




