HOME  ⁄  Ekonomi

Kemendag Catat Transaksi Emas Digital Melonjak 641,1 Persen Jadi Rp299,5 Triliun, Perketat Pengawasan Perdagangan Ilegal

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemendag Catat Transaksi Emas Digital Melonjak 641,1 Persen Jadi Rp299,5 Triliun, Perketat Pengawasan Perdagangan Ilegal
Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan sambutan dalam Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Jakarta, Kamis 8/10/2026 (sumber: ANTARA/Shofi Ayudiana)

Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai transaksi pasar fisik emas digital di Indonesia melonjak 641,1 persen secara tahunan menjadi Rp299,5 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan komoditas berbasis digital.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan perkembangan ekosistem perdagangan komoditas nasional sekaligus menunjukkan besarnya peluang sektor tersebut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Budi saat membuka kegiatan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Selain peningkatan transaksi emas digital, Kemendag mencatat volume perdagangan berjangka komoditi mencapai 10,35 juta lot sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Jumlah tersebut meningkat 9,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 9,46 juta lot.

Sementara itu, jumlah nasabah aktif dalam perdagangan berjangka komoditi mencapai 183 ribu nasabah hingga Agustus 2026.

Transaksi Emas Digital Melonjak, Mendag Ingatkan Masyarakat Waspadai Risiko Investasi

Budi menilai pesatnya perkembangan perdagangan komoditas berbasis digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat agar pertumbuhan transaksi tidak diikuti meningkatnya risiko kerugian.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menjadi pelaku perdagangan digital atau digital traders, tetapi juga harus mampu menjadi pelaku perdagangan yang cerdas atau smart traders.

"Masyarakat harus menjadi smart traders, yakni pelaku perdagangan yang memahami risiko, mampu mengambil keputusan secara bijak, dan tidak mudah terpengaruh oleh janji keuntungan yang tidak realistis," kata Budi.

Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap risiko menjadi hal penting sebelum masyarakat memutuskan melakukan transaksi atau menempatkan dana pada instrumen perdagangan tertentu.

Peningkatan literasi juga diperlukan agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran keuntungan besar yang tidak masuk akal, terutama melalui berbagai platform perdagangan digital.

Budi menjelaskan perdagangan berjangka komoditi merupakan salah satu instrumen perdagangan yang memiliki peran dalam mendukung aktivitas perekonomian nasional di tengah perkembangan ekonomi digital.

Salah satu fungsi utamanya adalah sebagai sarana lindung nilai atau hedging yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengelola risiko akibat perubahan harga komoditas.

Selain menjadi instrumen lindung nilai, perdagangan berjangka komoditi juga berperan dalam pembentukan referensi harga komoditas di pasar.

Instrumen tersebut turut menyediakan alternatif diversifikasi investasi bagi masyarakat maupun pelaku pasar yang ingin mengalokasikan dana pada berbagai jenis komoditas.

Bappebti Perketat Pengawasan, 812 Situs Perdagangan Ilegal Diblokir

Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan komoditas digital, Kemendag menegaskan pentingnya penguatan pengawasan untuk melindungi masyarakat dari risiko perdagangan dan investasi ilegal.

Pengawasan tersebut dilakukan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang memiliki kewenangan dalam pengaturan dan pengawasan perdagangan berjangka komoditi.

Kemendag melalui Bappebti terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas transaksi perdagangan guna memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan juga mencakup kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi serta penerapan prinsip tata kelola yang baik dalam menjalankan kegiatan perdagangan.

Selain itu, pemerintah memperkuat penerapan prinsip Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) untuk menjaga integritas sistem perdagangan komoditas nasional.

Penerapan prinsip tersebut dilakukan guna mencegah penyalahgunaan kegiatan perdagangan sebagai sarana transaksi keuangan ilegal maupun aktivitas yang berkaitan dengan pendanaan terorisme.

Sebagai bagian dari penegakan aturan, pemerintah telah melakukan pemblokiran terhadap ratusan domain dan situs web yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas perdagangan ilegal.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Kemendag mencatat sebanyak 812 domain maupun situs web perdagangan ilegal telah diblokir.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membatasi akses masyarakat terhadap platform perdagangan yang tidak memenuhi ketentuan hukum.

Pemblokiran juga dilakukan untuk memperkuat perlindungan konsumen dari potensi kerugian akibat aktivitas perdagangan yang tidak memiliki izin atau melanggar ketentuan yang berlaku.

Kemendag Luncurkan Penghargaan bagi Pelaku Usaha Perdagangan Berjangka

Selain memperkuat pengawasan dan literasi, Kemendag memperkenalkan inisiatif baru berupa pemberian penghargaan kepada pelaku usaha di sektor perdagangan berjangka komoditi.

Penghargaan tersebut diluncurkan untuk pertama kalinya dalam rangkaian kegiatan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang dinilai konsisten menerapkan tata kelola usaha yang baik.

Kemendag menetapkan sejumlah aspek sebagai dasar penilaian penghargaan, termasuk transparansi dalam menjalankan kegiatan usaha, kejujuran dalam praktik bisnis, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Pemberian penghargaan diharapkan dapat mendorong perusahaan perdagangan berjangka komoditi untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas tata kelola bisnis.

Selain menjadi bentuk apresiasi, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi standar acuan bagi pelaku industri dalam mengembangkan kegiatan perdagangan yang transparan dan bertanggung jawab.

Kemendag juga terus mendorong peningkatan literasi perdagangan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme transaksi, manfaat instrumen perdagangan, serta risiko yang mungkin dihadapi.

Melalui penguatan literasi, pengawasan transaksi, penegakan regulasi, dan peningkatan tata kelola pelaku usaha, pemerintah berupaya membangun ekosistem perdagangan berjangka komoditi yang sehat, terpercaya, dan berkelanjutan.

Pertumbuhan nilai transaksi emas digital hingga Rp299,5 triliun serta peningkatan volume perdagangan berjangka komoditi menjadi indikator berkembangnya aktivitas perdagangan komoditas di Indonesia sepanjang 2026.

Di tengah perkembangan tersebut, Kemendag menempatkan perlindungan masyarakat, peningkatan pemahaman terhadap risiko, dan pengawasan aktivitas perdagangan ilegal sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan industri perdagangan komoditas nasional.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026