
Pantau - Indonesia memperoleh komitmen dukungan dana pembangunan sebesar 2,56 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp45,7 triliun dari Grup Bank Pembangunan Islam (IsDB) untuk mendukung pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, kesehatan, dan pendidikan selama periode 2026–2030.
Kesepakatan pendanaan tersebut dicapai pada Kamis (8/10/2026) melalui Strategi Kemitraan Negara Anggota atau Member Country Partnership Strategy (MCPS) yang dikembangkan bersama pemerintah Indonesia.
Strategi tersebut akan menjadi acuan bagi Grup IsDB dalam mendukung berbagai prioritas pembangunan nasional selama lima tahun ke depan.
Kemitraan ini mengusung tema "Mendukung Transformasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan untuk Indonesia yang Makmur dan Tangguh" dengan dua pilar utama pembangunan.
IsDB Fokus Dukung Infrastruktur dan Konektivitas Indonesia
Pilar pertama kerja sama Indonesia dan Grup IsDB berfokus pada pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dukungan pembangunan infrastruktur mencakup pengembangan sektor transportasi dan konektivitas antarwilayah.
Melalui kerja sama tersebut, Grup IsDB akan mendukung prioritas pembangunan Indonesia yang berkaitan dengan peningkatan akses dan integrasi transportasi.
Selain infrastruktur transportasi, ketahanan pangan menjadi salah satu sektor yang masuk dalam prioritas pendanaan.
Penguatan sektor pangan diarahkan untuk mendukung kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
Transisi energi juga menjadi bagian dari pilar pertama kerja sama pembangunan tersebut.
Dukungan di sektor energi merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Pendanaan IsDB Juga Menyasar Kesehatan, Pendidikan, dan Keterampilan
Pilar kedua strategi kemitraan Indonesia dan Grup IsDB berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dalam pilar tersebut, dukungan diarahkan pada penguatan sistem kesehatan serta perluasan akses pendidikan dan pengembangan keterampilan.
Penguatan sistem kesehatan menjadi salah satu prioritas untuk mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia.
Sementara itu, pembangunan pendidikan dan keterampilan diarahkan untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja.
Kedua bidang tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kebutuhan ekonomi dan dunia kerja.
Melalui pengembangan SDM, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung transformasi ekonomi Indonesia yang lebih inklusif.
Keuangan Syariah hingga Pemberdayaan Perempuan Masuk Prioritas
Selain dua pilar utama, strategi kemitraan Indonesia dan Grup IsDB juga mencakup sejumlah bidang lintas sektoral.
Bidang tersebut meliputi pengembangan keuangan Islam, aksi iklim, serta pemberdayaan perempuan dan pemuda.
Keuangan Islam menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam mendukung pembiayaan dan pembangunan ekonomi.
Sementara itu, aksi iklim menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pemberdayaan perempuan dan pemuda juga menjadi prioritas guna memperluas kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi.
Dengan memasukkan bidang lintas sektoral tersebut, kerja sama Indonesia dan IsDB tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat.
Strategi Kemitraan IsDB Selaras dengan RPJMN Indonesia 2025–2029
Strategi Kemitraan Negara Anggota periode 2026–2030 disusun agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional Indonesia.
Program kerja sama tersebut dinilai sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia periode 2025–2029.
Selain itu, strategi kemitraan tersebut juga diselaraskan dengan Kerangka Strategis 10 Tahun Grup IsDB periode 2026–2035.
Keselarasan kebijakan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan kerja sama pembangunan selama lima tahun mendatang.
Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Grup IsDB menargetkan peningkatan konektivitas dan integrasi antarsektor.
Kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi serta memperluas peluang ekonomi bagi perempuan dan pemuda.
Dukungan dana sekitar Rp45,7 triliun tersebut menjadi bagian dari komitmen Grup IsDB dalam mendukung prioritas pembangunan Indonesia hingga 2030.
- Penulis :
- Aditya Yohan




