HOME  ⁄  Ekonomi

Gapki Catat Konsumsi dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat pada Agustus 2026, Biodiesel Jadi Pendorong Utama

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Gapki Catat Konsumsi dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat pada Agustus 2026, Biodiesel Jadi Pendorong Utama
Foto: Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Eddy Martono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 9/10/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat peningkatan konsumsi minyak sawit dalam negeri sebesar 1,28 persen dan volume ekspor sebesar 12,56 persen pada Agustus 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa total konsumsi minyak sawit domestik pada Agustus 2026 mencapai 2,304 juta ton, meningkat dari 2,275 juta ton pada Juli 2026.

Sementara itu, volume ekspor produk sawit Indonesia mencapai 3,588 juta ton pada Agustus 2026, naik dari 3,188 juta ton pada bulan sebelumnya.

Peningkatan konsumsi domestik terutama didorong oleh pertumbuhan penggunaan minyak sawit untuk sektor biodiesel, sedangkan kenaikan ekspor terjadi pada sejumlah produk olahan dan minyak sawit mentah.

Konsumsi Biodiesel Meningkat 5,03 Persen

Eddy menjelaskan bahwa sektor biodiesel menjadi penyumbang utama peningkatan konsumsi minyak sawit dalam negeri pada Agustus 2026.

“Peningkatan konsumsi terjadi pada sektor biodiesel yang mencapai 1.350 ribu ton, naik 5,03 persen dari 1.285 ribu ton pada Juli,” kata Eddy.

Secara kumulatif, konsumsi minyak sawit domestik sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 17,523 juta ton.

Jumlah tersebut meningkat 6,81 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 16,406 juta ton.

Pertumbuhan konsumsi tersebut menunjukkan peningkatan penyerapan minyak sawit oleh pasar domestik, terutama untuk kebutuhan biodiesel.

Ekspor Sawit Naik 12,56 Persen, CPO Melonjak 31,83 Persen

Dari sisi perdagangan internasional, Gapki mencatat peningkatan ekspor produk sawit Indonesia pada Agustus 2026, baik untuk produk olahan maupun minyak sawit mentah.

Eddy menjelaskan bahwa ekspor produk olahan minyak sawit mencapai 2,643 juta ton pada Agustus 2026, meningkat 15,12 persen dibandingkan Juli yang sebesar 2,296 juta ton.

Ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga meningkat 31,83 persen, dari 249 ribu ton pada Juli menjadi 329 ribu ton pada Agustus 2026.

Sementara itu, ekspor produk olahan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) naik 14,58 persen, dari 99 ribu ton menjadi 113 ribu ton.

“Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, total ekspor mencapai 23.370 ribu ton, lebih tinggi 2,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 22.696 ribu ton,” kata Eddy.

Dengan capaian tersebut, volume ekspor produk sawit Indonesia selama delapan bulan pertama 2026 melampaui realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai Ekspor Sawit Tembus 4,29 Miliar Dolar AS

Selain mengalami pertumbuhan volume, ekspor produk sawit Indonesia juga mencatat peningkatan nilai perdagangan pada Agustus 2026.

Gapki mencatat nilai ekspor produk sawit mencapai 4,29 miliar dolar AS pada Agustus 2026, meningkat 12,62 persen dibandingkan Juli yang sebesar 3,81 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, nilai ekspor produk sawit Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 27,55 miliar dolar AS.

Nilai tersebut meningkat 11,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 24,78 miliar dolar AS.

Peningkatan nilai ekspor tersebut turut dipengaruhi oleh harga ekspor produk sawit yang relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pakistan dan India Jadi Tujuan Peningkatan Ekspor Sawit

Berdasarkan negara tujuan, peningkatan ekspor produk sawit Indonesia pada Agustus 2026 dibandingkan Juli terjadi antara lain ke Pakistan, India, Rusia, Bangladesh, dan Malaysia.

Pakistan mencatat tambahan volume ekspor terbesar di antara negara-negara tersebut, yakni mencapai 265 ribu ton.

Sementara itu, ekspor produk sawit Indonesia ke India meningkat sebesar 89 ribu ton, disusul Rusia dengan tambahan 77 ribu ton.

Peningkatan ekspor juga terjadi ke Bangladesh sebesar 66 ribu ton dan Malaysia sebesar 38 ribu ton.

Kenaikan volume pengiriman ke sejumlah negara tersebut menjadi bagian dari pertumbuhan ekspor produk sawit Indonesia pada Agustus 2026.

Produksi Sawit Capai 40,99 Juta Ton, Stok Akhir Agustus 2,21 Juta Ton

Selain melaporkan perkembangan konsumsi dan ekspor, Gapki mengungkapkan kondisi produksi serta persediaan minyak sawit nasional hingga akhir Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal Gapki M. Hadi Sugeng Wahyudiono menyampaikan bahwa stok minyak sawit Indonesia pada awal 2026 tercatat sebesar 2,068 juta ton.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total produksi minyak sawit Indonesia mencapai 40,997 juta ton.

Dalam periode yang sama, konsumsi minyak sawit domestik tercatat sebesar 17,523 juta ton, sedangkan total ekspor mencapai 23,370 juta ton.

Gapki juga mencatat impor produk sawit sebesar 43 ribu ton selama delapan bulan pertama 2026.

“Dengan stok awal tahun sebesar 2.068 ribu ton, total produksi Januari-Agustus 2026 sebesar 40.997 ribu ton, total konsumsi dalam negeri sebesar 17.523 ribu ton, total ekspor 23.370 ribu ton, serta impor sebesar 43 ribu ton, maka stok akhir bulan Agustus 2026 tercatat sebesar 2.214 ribu ton,” ujar Sekretaris Jenderal Gapki M. Hadi Sugeng Wahyudiono.

Berdasarkan data tersebut, persediaan minyak sawit Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai 2,214 juta ton, lebih tinggi dibandingkan stok awal tahun sebesar 2,068 juta ton.

Secara keseluruhan, data Gapki menunjukkan peningkatan konsumsi domestik, pertumbuhan volume dan nilai ekspor, serta kenaikan persediaan minyak sawit Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026