HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Siapkan Tiga Pabrik Pengolahan Telur dan Daging Senilai Rp600–750 Miliar, Mentan Targetkan Rampung Maksimal Dua Ta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Tiga Pabrik Pengolahan Telur dan Daging Senilai Rp600–750 Miliar, Mentan Targetkan Rampung Maksimal Dua Ta
Foto: (Sumber :Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah menyiapkan pembangunan tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging dengan perkiraan kebutuhan investasi Rp200 miliar hingga Rp250 miliar per pabrik untuk memperkuat industri peternakan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

Total kebutuhan investasi ketiga pabrik tersebut diperkirakan mencapai Rp600 miliar hingga Rp750 miliar, bergantung pada fasilitas pengolahan yang akan dibangun.

Amran mengatakan pembangunan direncanakan mulai pada 2027 dengan target penyelesaian sekitar 1,5 tahun hingga maksimal dua tahun.

"Langkah ini ditujukan untuk memperluas pasar hasil produksi peternak, menjaga stabilitas harga, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor," kata Amran dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan menjadi bagian dari strategi pemerintah menciptakan ekosistem peternakan terintegrasi dari penyediaan pakan hingga pemasaran hasil produksi.

Mentan Targetkan Pembangunan Pabrik Dimulai pada 2027

Amran menjelaskan pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Kementerian Perdagangan terkait rencana pembangunan industri pengolahan tersebut.

Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pengembangan fasilitas yang mampu menyerap produksi telur dan daging dari peternak dalam negeri.

"Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun," ujar Amran.

Pemerintah akan menindaklanjuti rencana tersebut melalui penyusunan studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Kajian itu akan menjadi bagian dari persiapan pembangunan, termasuk penentuan kebutuhan investasi dan fasilitas pengolahan.

Amran meminta jajaran terkait mengawal proses perencanaan agar pembangunan dapat segera ditindaklanjuti.

Investasi Setiap Pabrik Diperkirakan Rp200–250 Miliar

Menteri Pertanian memperkirakan kebutuhan investasi awal untuk satu pabrik pengolahan mencapai sekitar Rp200 miliar.

Nilai tersebut berpotensi meningkat menjadi Rp250 miliar apabila fasilitas yang dibangun juga mencakup pengolahan daging.

Dengan rencana pembangunan tiga pabrik, kebutuhan investasi keseluruhan diperkirakan berada pada kisaran Rp600 miliar hingga Rp750 miliar.

Namun, nilai akhir investasi masih bergantung pada hasil studi kelayakan dan kebutuhan fasilitas masing-masing pabrik.

Amran juga membuka kesempatan bagi perusahaan swasta untuk terlibat dalam pengembangan industri pengolahan telur dan daging.

"Kalau ada swasta mau bergandengan, silakan. Tapi negara ada di sampingnya," katanya.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah tetap diperlukan untuk memastikan pengembangan industri tersebut mendukung kepentingan peternak nasional.

Pabrik Tepung Telur Disiapkan untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Amran menegaskan bahwa pembangunan industri pengolahan merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan pemasaran hasil peternakan.

Selama ini, penjualan telur dan daging dalam bentuk segar membuat peternak menghadapi risiko perubahan permintaan dan fluktuasi harga.

Ketika produksi meningkat tetapi penyerapan pasar terbatas, peternak berpotensi mengalami kerugian.

Melalui fasilitas pengolahan, kelebihan produksi dapat diubah menjadi tepung telur dan produk olahan daging yang memiliki daya simpan lebih panjang.

Produk tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri pangan dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas.

"Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat. Harapannya, setelah ekosistem ini berdiri, persoalan yang sama tidak terus berulang," tegasnya.

Amran berharap keberadaan pabrik dapat memperkuat kemampuan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan bahan baku olahan telur.

Pemerintah Ingin Stabilkan Harga Telur dan Daging Ayam

Pembangunan pabrik pengolahan juga diarahkan untuk membantu menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar.

Amran menjelaskan bahwa peningkatan produksi harus diikuti dengan kemampuan industri menyerap hasil peternakan.

Ketika pasokan telur atau daging ayam melimpah, sebagian produksi dapat dialihkan menjadi produk olahan.

Dengan demikian, peternak memiliki alternatif pemasaran selain menjual seluruh hasil produksi dalam bentuk segar.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mengurangi potensi kerugian peternak pada periode tertentu.

"Keuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, mengurangi kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu, dan mengurangi belanja devisa untuk impor. Ini keputusan mendasar, kita bangun ekosistem peternakan yang terintegrasi satu sama lain," tegasnya.

Selain menjaga stabilitas harga, industri pengolahan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil peternakan nasional.

Ekosistem Peternakan Terintegrasi Libatkan Petani Jagung

Amran menjelaskan bahwa penguatan sektor peternakan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku pakan hingga pengolahan produk akhir.

Dalam sistem tersebut, petani jagung berperan sebagai pemasok bahan baku untuk industri pakan ternak.

Peternak kemudian memperoleh pasokan pakan untuk mendukung kegiatan produksi telur dan daging.

Sementara itu, industri pengolahan menjadi salah satu saluran penyerapan ketika hasil peternakan melebihi kebutuhan pasar segar.

Pemerintah ingin memastikan setiap bagian dari rantai produksi memiliki hubungan yang saling mendukung.

Menurut Amran, sistem yang terintegrasi diperlukan agar peningkatan produksi tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi peternak.

Mentan Dorong Harga Pakan Terjangkau dan Konsumsi Protein Meningkat

Selain pembangunan pabrik, Amran menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pakan dengan harga terjangkau.

Menurutnya, kepastian pasokan pakan dan pasar menjadi faktor penting untuk meningkatkan keuntungan usaha peternakan.

Pemerintah juga berupaya memperkuat konsumsi protein masyarakat melalui ketersediaan berbagai sumber pangan, termasuk ikan, ayam, dan telur.

Penguatan produksi protein dalam negeri diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Intinya, bagaimana ekonomi bergerak dan bagaimana peternak jangan dipersulit. Pakan tersedia dengan baik, kemudian harga telur dan daging stabil. Kita ingin peternak untung dan kesejahteraannya meningkat," ujarnya.

Melalui pembangunan tiga pabrik tersebut, pemerintah menargetkan terbentuknya industri peternakan yang tidak hanya bergantung pada penjualan produk segar, tetapi juga memiliki kemampuan pengolahan dan pemasaran produk bernilai tambah.

Rencana pembangunan selanjutnya akan bergantung pada penyelesaian studi kelayakan, persiapan investasi, dan koordinasi antarlembaga terkait.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026