HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Gandeng Perusahaan Rintisan Niriksagara Gunakan AI untuk Percepat Rekonstruksi Pascabencana di Kota Padang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenekraf Gandeng Perusahaan Rintisan Niriksagara Gunakan AI untuk Percepat Rekonstruksi Pascabencana di Kota Padang
Foto: (Sumber :Tim Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kreativitas Teknologi memetakan infrastruktur vital dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Padang, Sumatra Barat, Senin (5/10/2026). ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif.)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng perusahaan rintisan Niriksagara untuk menerapkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam pemetaan infrastruktur vital dan pusat aktivitas ekonomi terdampak bencana di Kota Padang, Sumatera Barat, guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Program yang dijalankan melalui Direktorat Kreativitas Teknologi Kemenekraf tersebut bertujuan menghasilkan data kondisi lapangan yang lebih presisi agar pemerintah daerah dapat menentukan prioritas penanganan pascabencana.

Direktur Kreativitas Teknologi Kemenekraf Dandy Yudha Feryawan mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pemerintah daerah.

"Melalui pemetaan ini, kami berharap dapat memberikan gambaran dan data yang lebih jelas mengenai kondisi dan kebutuhan rehabilitasi serta rekonstruksi di setiap lokasi sehingga dapat membantu pemerintah daerah untuk menentukan titik-titik yang memerlukan perhatian hingga penanganan lebih lanjut,” ujar Dandy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kemenekraf Terapkan AI untuk Petakan Infrastruktur Terdampak Bencana

Kemenekraf melibatkan Niriksagara, perusahaan rintisan pemenang Ekraftech Innovation Challenge 2025 yang bergerak dalam pemetaan infrastruktur berbasis AI dan teknologi intelijen geospasial.

Kolaborasi tersebut menjadi upaya penerapan teknologi karya anak bangsa dalam mendukung penanganan darurat serta pemulihan wilayah terdampak bencana.

Pendiri bersama Niriksagara, Fransiscus Leonardo Siahaan, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan dengan mengumpulkan dokumentasi kondisi lapangan.

Data yang dikumpulkan mencakup foto, video, dan citra udara menggunakan pesawat nirawak atau drone di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemetaan.

Seluruh dokumentasi tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi AI, visi komputer (computer vision), dan intelijen geospasial (geospatial intelligence).

Pengolahan data itu diharapkan menghasilkan gambaran kondisi infrastruktur serta kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi di setiap lokasi.

“Sehingga dapat menjadi gambaran yang jelas bagi Pemerintah Kota Padang dalam melihat kondisi dan kebutuhan penanganan. Kami juga terbuka untuk berkoordinasi dengan dinas terkait apabila diperlukan data tambahan,” jelas Fransiscus.

Jembatan, Bendungan, dan Kawasan Pertanian Jadi Sasaran Pemetaan

Pemetaan yang dilakukan Kemenekraf bersama Niriksagara mencakup sejumlah fasilitas umum dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Padang.

Lokasi yang menjadi sasaran peninjauan meliputi Jembatan dan Saluran Irigasi Gunung Nago serta Jembatan Kalawi.

Tim juga meninjau Bendungan Lubuk Minturun dan kawasan pertanian Batu Busuk.

Selain infrastruktur pengairan dan lahan produktif, pemetaan mencakup kompleks Balai Kota Padang serta Gedung DPRD Padang.

Pemilihan lokasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan identifikasi kondisi infrastruktur vital dan aktivitas ekonomi setelah bencana.

Data dari setiap titik akan digunakan sebagai bahan analisis untuk membantu pemerintah daerah menentukan kebutuhan penanganan.

Pemerintah Kota Padang Libatkan Sejumlah Dinas dalam Pemetaan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Tommy TRD mengapresiasi kolaborasi antara Kemenekraf, Niriksagara, dan pemerintah daerah.

Menurut Tommy, pemetaan berbasis teknologi tersebut dapat membantu pemerintah memperoleh informasi mengenai kondisi sebenarnya di wilayah terdampak.

“Kami menyambut baik pemetaan ini. Perangkat daerah turun langsung sesuai kewenangan masing-masing agar data sebenarnya mampu menggambarkan kondisi di lapangan dan informasinya akan membantu kami melihat prioritas penanganan di titik-titik terdampak," ungkap Tommy.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang sebagai koordinator.

Pendampingan teknis juga dilakukan Dinas Pekerjaan Umum untuk pemetaan infrastruktur.

Sementara itu, Dinas Pertanian terlibat dalam penanganan kelompok lokasi yang berkaitan dengan lahan produktif.

Hasil Pemetaan AI Akan Dibahas untuk Menentukan Prioritas Rekonstruksi

Dalam rapat koordinasi pada 7 Oktober 2026, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang Raf Indria meminta agar hasil temuan Kemenekraf dan Niriksagara ditindaklanjuti oleh masing-masing dinas terkait.

Pemetaan tersebut juga menjadi tahap pembuktian konsep atau Proof of Concept (PoC) untuk menguji penerapan teknologi AI dalam penanganan pascabencana secara langsung.

Kemenekraf menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses perencanaan ataupun kewenangan pemerintah daerah.

Hasil pemetaan akan menjadi informasi tambahan yang dapat dipertimbangkan pemerintah dalam menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.

Data yang terkumpul selanjutnya akan dianalisis dan dibahas bersama Pemerintah Kota Padang serta pemangku kepentingan terkait.

Melalui penerapan teknologi tersebut, Kemenekraf berharap penanganan pascabencana dapat dilakukan secara lebih responsif, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026