HOME  ⁄  Geopolitik

Korea Utara Tembakkan Dua Proyektil Diduga Rudal Balistik ke Laut Jepang, PM Sanae Takaichi Perintahkan Pemantauan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Korea Utara Tembakkan Dua Proyektil Diduga Rudal Balistik ke Laut Jepang, PM Sanae Takaichi Perintahkan Pemantauan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara. ANTARA/Korean Central News Agency/Handout via Xinhua/tm/am.)

Pantau - Korea Utara menembakkan dua proyektil yang diduga merupakan rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Senin (12/10/2026), sebagaimana dilaporkan Kementerian Pertahanan Jepang.

Sejumlah sumber menyebutkan kedua proyektil tersebut kemungkinan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan juga mengonfirmasi adanya peluncuran proyektil yang belum teridentifikasi dari Korea Utara ke arah perairan lepas pantai timur negara tersebut.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi langsung memerintahkan instansi pemerintah terkait untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi mengenai peluncuran tersebut.

Jepang Pantau Dua Proyektil yang Diluncurkan Korea Utara

Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa Korea Utara meluncurkan dua proyektil yang diduga sebagai rudal balistik pada Senin.

Kedua proyektil tersebut ditembakkan ke arah Laut Jepang yang berada di sebelah timur Semenanjung Korea.

Berdasarkan informasi awal dari sejumlah sumber, proyektil tersebut diperkirakan jatuh di luar wilayah zona ekonomi eksklusif Jepang.

Hingga laporan tersebut disampaikan, jenis dan karakteristik kedua proyektil belum dipastikan secara resmi.

Otoritas pertahanan Jepang masih melakukan pengumpulan informasi untuk mengetahui rincian peluncuran.

Korea Selatan Konfirmasi Peluncuran Proyektil Tak Dikenal

Selain Jepang, militer Korea Selatan turut mendeteksi aktivitas peluncuran proyektil dari Korea Utara.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara telah menembakkan proyektil tak dikenal ke arah perairan di lepas pantai timurnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan Jepang mengenai adanya peluncuran ke arah Laut Jepang.

Namun, pihak Korea Selatan belum memberikan rincian tambahan mengenai jenis proyektil dalam informasi yang disampaikan.

PM Jepang Perintahkan Pengumpulan Informasi dan Pengamanan Navigasi

Menanggapi peluncuran tersebut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memberikan instruksi kepada instansi pemerintah terkait.

Takaichi meminta agar seluruh informasi mengenai peristiwa tersebut dikumpulkan dan dianalisis secara maksimal.

Ia juga menginstruksikan pemerintah untuk menyampaikan perkembangan informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

Selain itu, pemerintah Jepang diminta memastikan keselamatan navigasi di wilayah laut dan udara.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons pemerintah Jepang terhadap peluncuran proyektil dari Korea Utara.

Korea Utara Sebelumnya Luncurkan Rudal pada 3 Oktober

Peluncuran terbaru ini terjadi setelah Korea Utara melakukan uji tembak rudal balistik pada 3 Oktober 2026.

Terkait peluncuran sebelumnya, Kim Yo Jong yang merupakan adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberikan keterangan mengenai karakteristik rudal tersebut.

Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) saat itu, Kim Yo Jong menyebut rudal yang diluncurkan merupakan rudal strategis jarak menengah.

Rudal tersebut diklaim mampu terbang dengan lintasan tidak beraturan.

Peluncuran pada 12 Oktober menjadi aktivitas penembakan proyektil terbaru Korea Utara yang dilaporkan oleh otoritas pertahanan Jepang dan Korea Selatan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026