
Pantau - Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program beasiswa El Nino Survival Scholarship yang menargetkan 50 pelajar dari keluarga prasejahtera di Indonesia untuk membantu menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah dampak ekonomi fenomena El Nino.
Program tersebut dilaksanakan dengan dukungan tujuh kantor regional BMM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Eksekutif BMM Tegar Sangga Barkah mengatakan bantuan pendidikan ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghadapi tekanan ekonomi akibat kekeringan, krisis air bersih, ancaman gagal panen, serta kenaikan harga kebutuhan pangan.
“Keterbatasan ekonomi dan dampak fenomena El Nino tidak boleh menghalangi siswa melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Program ini dirancang sebagai langkah nyata untuk menjamin kelangsungan belajar siswa di tengah berbagai tantangan tersebut,” kata Tegar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).
BMM Targetkan Beasiswa untuk 50 Pelajar dari Keluarga Prasejahtera
BMM menargetkan sebanyak 50 pelajar menerima bantuan pendidikan melalui program El Nino Survival Scholarship.
Penyaluran bantuan tersebut didukung jaringan tujuh kantor regional BMM di seluruh Indonesia.
Sebagian besar calon penerima manfaat berasal dari keluarga yang orang tuanya bekerja sebagai kusir delman dan pengemudi ojek daring.
Kelompok tersebut menjadi sasaran program karena dinilai membutuhkan dukungan untuk mempertahankan kelangsungan pendidikan anak di tengah tekanan ekonomi keluarga.
BMM menyatakan bahwa beasiswa tersebut dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan formal yang layak.
Dana pendidikan akan disalurkan secara berkala agar dukungan terhadap kegiatan belajar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dampak El Nino Dinilai Mengancam Keberlanjutan Pendidikan Anak
Menurut BMM, fenomena El Nino dapat menimbulkan dampak lingkungan berupa kekeringan, krisis air bersih, dan ancaman gagal panen.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi perekonomian keluarga melalui peningkatan harga bahan pangan pokok.
Tekanan ekonomi yang semakin berat berisiko membuat anak-anak dari keluarga prasejahtera mengalami kesulitan melanjutkan pendidikan.
BMM menyoroti adanya kondisi ketika anak terpaksa meninggalkan sekolah untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan.
Melalui bantuan beasiswa, lembaga tersebut berupaya mengurangi risiko terhentinya pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.
Tegar menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi bentuk dukungan para donatur terhadap masa depan generasi muda.
“Program ini juga berperan penting dalam menjamin bahwa anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk berkembang, belajar, dan meraih masa depan yang cerah,” kata dia.
Bank Muamalat Sebut Beasiswa Perkuat Ketahanan Keluarga
Pembina BMM sekaligus Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono menilai program El Nino Survival Scholarship sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan.
Menurut Imam, pemenuhan kebutuhan pendidikan anak menjadi salah satu upaya membangun ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan akses pendidikan yang memadai dapat membantu anak-anak mempertahankan kesempatan belajar meskipun keluarganya menghadapi kesulitan ekonomi.
“Dengan memastikan akses pendidikan yang memadai, program ini diharapkan mampu menjaga semangat perkembangan anak-anak. Pemenuhan hak pendidikan ini menjadi faktor utama dalam memberikan mereka peluang untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik,” kata dia.
Imam juga menyebut program tersebut sejalan dengan penerapan maqashid syariah atau tujuan syariat Islam.
Prinsip yang dimaksud mencakup perlindungan akal (Hifdz al-‘Aql) dan upaya meningkatkan kesejahteraan umat (maslahah).
BMM Berencana Perluas Program untuk Mitigasi Dampak Perubahan Iklim
BMM menyatakan komitmennya untuk terus memperluas pelaksanaan program El Nino Survival Scholarship.
Pengembangan program tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat prasejahtera.
Selain sektor pendidikan, BMM juga menyoroti pentingnya akses air bersih dan ketahanan pangan dalam menghadapi dampak fenomena El Nino.
Lembaga tersebut menyatakan bahwa bantuan pendidikan akan disalurkan secara berkala untuk menjaga keberlanjutan program.
Melalui dukungan para donatur dan jaringan kantor regional, BMM menargetkan bantuan dapat menjangkau pelajar yang membutuhkan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan formal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




