
Pantau - Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, semakin berkembang menjadi tujuan wisata perkotaan yang menawarkan beragam pilihan kuliner, pusat perbelanjaan, dan tempat berkumpul anak muda, selain berfungsi sebagai simpul transportasi umum.
Keberadaan Stasiun MRT Blok M BCA dan akses TransJakarta turut mendukung mobilitas pengunjung yang datang untuk berbelanja, menikmati makanan, atau menghabiskan waktu bersama teman.
Aktivitas di kawasan tersebut tidak lagi terbatas pada penumpang yang berpindah moda transportasi, tetapi juga mencakup masyarakat yang sengaja menjadikan Blok M sebagai tujuan perjalanan.
Kuliner Viral dan Tempat Nongkrong Jadi Daya Tarik
Seorang pengunjung bernama Rama mengatakan Blok M memiliki beragam pilihan aktivitas yang membuat kawasan tersebut menarik untuk dikunjungi.
Ia mengaku kerap mendatangi pusat perbelanjaan dan kedai kopi ketika berada di Blok M.
"Blok M menarik karena tempat melancong yang paling lengkap dan semua yang kalcer-kalcer (culture) ada di sana," kata Rama.
Meski Blok M memiliki akses transportasi umum, Rama mengaku lebih sering menggunakan sepeda motor saat berkunjung.
Pengunjung lainnya, Putu, menilai keberadaan MRT turut memengaruhi tingkat keramaian kawasan Blok M, meskipun dirinya tidak menggunakan moda transportasi tersebut.
Sementara itu, Belia memilih TransJakarta sebagai sarana transportasi untuk menuju kawasan tersebut.
Belia mengaku baru dua kali mengunjungi Blok M, tetapi pernah menghabiskan waktu bersama temannya sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Sebagian besar waktu kunjungannya digunakan untuk berkumpul dan bersantai di salah satu tempat.
"Yang bikin menarik pastinya karena banyak hal yang lagi viral seperti makanan, photo booth, minuman dan banyak hal menarik lainnya buat Gen Z datengin," katanya.
Stasiun MRT Blok M BCA Juga Jadi Tempat Singgah
Selain kawasan pertokoan dan kuliner, Stasiun MRT Blok M BCA memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian pengguna transportasi umum.
Keberadaan area ritel dan fasilitas tempat duduk memungkinkan penumpang beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Seorang pengguna MRT bernama Tomi mengatakan dirinya biasa menghabiskan waktu sekitar 10 hingga 15 menit di dalam stasiun.
Menurutnya, fasilitas tersebut membuat Stasiun MRT Blok M BCA memiliki karakter berbeda dibandingkan sejumlah stasiun MRT lainnya.
"Blok M, miniatur Jakarta masa depan," katanya.
Tomi berharap integrasi layanan MRT, TransJakarta, dan JakLingko dapat segera diselesaikan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi.
Blok M Padukan Transportasi dan Aktivitas Perkotaan
Keramaian Blok M menunjukkan bahwa kawasan transit juga dapat menjadi tempat masyarakat melakukan berbagai kegiatan di luar perjalanan rutin.
Pengunjung memanfaatkan akses transportasi untuk mendatangi pusat perbelanjaan, kedai kopi, tempat makan, dan fasilitas hiburan yang tersedia di sekitar stasiun.
Di sisi lain, keberadaan pilihan kuliner dan tempat berkumpul turut menarik masyarakat yang tidak menggunakan MRT untuk datang ke Blok M.
Pengalaman para pengunjung tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik Blok M berasal dari perpaduan akses transportasi, kegiatan perdagangan, dan pilihan aktivitas sosial.
Harapan terhadap peningkatan integrasi MRT, TransJakarta, dan JakLingko juga menjadi perhatian pengguna yang menginginkan perjalanan lebih mudah di kawasan tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




