
Pantau - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menawarkan kerja sama penelitian dengan Peking University, China, untuk mengembangkan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi di luar Pulau Jawa.
Tawaran tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertajuk Industrialisation Beyond Java: Transmigration and Indonesia’s New Growth Centres di Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD), Peking University, Beijing.
Iftitah menegaskan bahwa Indonesia perlu memperluas pusat produksi dan kegiatan ekonomi agar investasi, lapangan pekerjaan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Babak berikutnya dari transmigrasi harus membantu mendorong industrialisasi di luar Jawa. Ini menyangkut di mana Indonesia membangun kapasitas produksi, di mana pekerjaan yang baik tercipta, dan apakah masyarakat di seluruh kepulauan kita dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan negara,” ujar Iftitah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menteri Transmigrasi Tawarkan Riset Bersama Indonesia dan China
Iftitah mengajak ISSCAD dan Peking University menjajaki kerja sama penelitian terapan untuk mendukung transformasi kawasan transmigrasi di Indonesia.
Kerja sama tersebut diusulkan melalui pemilihan satu atau dua kawasan transmigrasi sebagai lokasi penelitian bersama.
Penelitian nantinya dapat melibatkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari Indonesia maupun China.
Menurut Iftitah, pendekatan tersebut diperlukan agar pengembangan kawasan transmigrasi didasarkan pada hasil kajian yang sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Ruang lingkup penelitian yang ditawarkan mencakup pemetaan potensi ekonomi daerah, pengembangan rantai nilai industri, serta identifikasi hambatan investasi.
Kajian juga akan membahas kebutuhan keterampilan tenaga kerja dan pemilihan teknologi yang sesuai dengan karakteristik kawasan transmigrasi.
Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga rekomendasi praktis yang dapat digunakan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Merauke Jadi Salah Satu Wilayah Potensial Kerja Sama Riset
Selain pengembangan kawasan transmigrasi secara umum, Iftitah menyampaikan peluang kerja sama penelitian di sektor pertanian dan produksi pangan.
Wilayah Salor dan Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menjadi salah satu lokasi yang disebut memiliki peluang pengembangan kerja sama tersebut.
Kedua wilayah sebelumnya telah menjadi lokasi penjajakan kerja sama antara mitra Indonesia dan China.
Penelitian yang ditawarkan mencakup pengembangan teknologi pertanian, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penguatan sistem produksi pangan.
Iftitah menilai kolaborasi internasional perlu mempertemukan keunggulan pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Pertukaran pengalaman dengan China diharapkan dapat membantu Indonesia mengembangkan industri berbasis potensi daerah.
Meski demikian, pengembangan industri tersebut tetap perlu memperhatikan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat setempat.
Transmigrasi Diarahkan untuk Mendorong Industrialisasi di Luar Jawa
Iftitah menjelaskan bahwa transformasi transmigrasi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu diolah menjadi produk bernilai tambah agar memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat di daerah asal.
Karena itu, pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya berfokus pada penyediaan permukiman dan lahan.
Kawasan transmigrasi juga perlu terhubung dengan kegiatan industri, investasi, teknologi, infrastruktur, pasar, dan kebutuhan tenaga kerja.
“Suatu daerah harus memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar memasok bahan mentah. Daerah juga harus mampu menghasilkan nilai tambah,” ujarnya.
Iftitah menilai pengembangan industri berbasis potensi lokal dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di luar Jawa.
Keberhasilan Transmigrasi Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
Menteri Transmigrasi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur dari besarnya investasi atau jumlah proyek yang dibangun.
Menurutnya, manfaat pembangunan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Ukuran keberhasilan itu mencakup terciptanya lapangan pekerjaan berkualitas, peningkatan pendapatan produsen lokal, serta keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri.
Selain itu, pembangunan kawasan transmigrasi diharapkan memperluas kesempatan masyarakat untuk menentukan masa depan ekonominya.
“Indonesia yang kuat harus memiliki lebih dari satu pusat peluang. Mari kita dekatkan peluang kepada masyarakat dan bersama-sama membangun pusat pertumbuhan Indonesia berikutnya,” katanya.
Melalui tawaran kerja sama dengan Peking University, Kementerian Transmigrasi berupaya memperkuat dasar penelitian untuk mendukung pembangunan kawasan ekonomi baru yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan




