
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak penyelidikan menyeluruh terhadap serangkaian serangan kelompok Houthi yang menghantam bandara internasional di Riyadh, Arab Saudi, dan menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia serta 320 lainnya terluka.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk menyampaikan desakan tersebut pada Senin (12/10/2026) sekaligus meminta seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam serangan dimintai pertanggungjawaban.
"Saya sangat prihatin atas serangan berulang yang dilakukan kelompok Houthi terhadap bandara-bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir, yang telah menewaskan dan melukai puluhan warga Arab Saudi dan warga negara asing, khususnya serangan mengerikan kemarin terhadap bandara utama Riyadh," katanya.
Turk menegaskan bahwa serangan terhadap masyarakat sipil maupun fasilitas publik merupakan tindakan yang dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional.
PBB Minta Pelaku Serangan Bandara Riyadh Bertanggung Jawab
Kepala Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) tersebut menekankan pentingnya investigasi terhadap seluruh dugaan pelanggaran hukum internasional yang terjadi selama konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.
Menurut Turk, penyelidikan tidak hanya perlu dilakukan terhadap serangan bandara, tetapi juga berbagai dugaan pelanggaran lain yang dilakukan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
"Serangan-serangan ini dan dugaan pelanggaran lainnya oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus diselidiki, dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," kata Turk.
Ia mengingatkan bahwa hukum humaniter internasional mewajibkan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata untuk melindungi masyarakat sipil.
Ketentuan tersebut mencakup larangan menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil serta kewajiban mematuhi prinsip pembedaan dan proporsionalitas dalam setiap operasi militer.
Turk juga menyoroti dampak konflik yang terus menimbulkan penderitaan bagi masyarakat di Yaman maupun Arab Saudi.
Menurutnya, berlanjutnya permusuhan hanya akan memperburuk kondisi kemanusiaan tanpa memberikan kepastian mengenai penyelesaian konflik.
Serangan Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang dan Lukai 320 Warga
Bandara internasional di Riyadh dilaporkan beberapa kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan pada Sabtu (10/10/2026) mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.
Serangan kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026) dengan korban satu orang meninggal dunia dan 11 orang terluka.
Dengan demikian, total korban dari dua serangan tersebut mencapai 13 orang meninggal dunia dan 320 orang mengalami luka-luka.
Serangan juga menghantam dua terminal penumpang di kawasan bandara dan memicu kebakaran.
Rangkaian serangan tersebut menjadi perhatian PBB karena menimbulkan korban dari kalangan warga Arab Saudi maupun warga negara asing.
PBB Serukan Penghentian Eskalasi Konflik Houthi dan Arab Saudi
Volker Turk kembali menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan.
Ia menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil harus menjadi prioritas dalam setiap tindakan militer sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.
"Selain kewajiban untuk menghormati prinsip pembedaan dan proporsionalitas, semua pihak harus senantiasa berupaya melindungi warga sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional. Saya menyerukan kepada mereka untuk meredakan ketegangan dan mencegah bencana lebih lanjut," tambahnya.
PBB juga menekankan bahwa konflik berkepanjangan telah memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat di kedua wilayah.
Desakan penyelidikan dan pertanggungjawaban tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap keselamatan warga sipil serta keamanan fasilitas penerbangan di Arab Saudi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




