HOME  ⁄  Ekonomi

BKPM Sebut Banten Jadi Pusat Investasi Strategis di Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BKPM Sebut Banten Jadi Pusat Investasi Strategis di Sektor Kesehatan dan Pendidikan
Foto: (Sumber :Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah saat memberikan sambutan. ANTARA/HO-Pemprov Banten.)

Pantau - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai Provinsi Banten memiliki potensi besar sebagai pusat investasi strategis di sektor kesehatan, pendidikan, dan pariwisata berkat dukungan infrastruktur serta pertumbuhan ekonomi yang positif.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Riyatno mengatakan realisasi investasi sektor kesehatan di Banten sejak 2025 telah mencapai Rp12,7 triliun.

Sementara itu, pada semester I 2026, realisasi investasi kesehatan tercatat sebesar Rp1,9 triliun atau meningkat Rp800 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Riyatno menyampaikan bahwa keunggulan infrastruktur, keberadaan kawasan ekonomi khusus, dan fasilitas pendidikan internasional menjadi faktor pendukung daya tarik investasi di Banten.

Investasi Kesehatan Banten Meningkat dan Ekonomi Tumbuh 5,45 Persen

BKPM mencatat pertumbuhan ekonomi Banten pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Capaian tersebut turut didukung aliran investasi yang menempatkan Banten dalam jajaran lima besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional.

Riyatno menjelaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang investasi yang menunjukkan perkembangan positif.

Selain kesehatan, Banten juga memiliki potensi investasi pendidikan tinggi melalui keberadaan perguruan tinggi bertaraf internasional.

"Termasuk dalam sektor pendidikan tinggi, Banten menjadi daerah yang memiliki kampus bertaraf internasional di BSD, yakni Monash University Indonesia," kata Riyatno dalam keterangannya di Tangerang, Selasa (13/10/2026).

Keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga dinilai memberikan keuntungan bagi pengembangan investasi perhotelan dan pariwisata karena mendukung kunjungan wisatawan mancanegara.

Pengembangan infrastruktur menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya tarik wisata Banten.

"Dengan tren positif dan dukungan kuat dari seluruh pihak, kami meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo dapat tercapai," kata Riyatno.

Banten Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Pendidikan dan Teknologi

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan provinsinya telah memiliki kawasan ekonomi khusus yang berfokus pada pendidikan, teknologi, dan kesehatan sejak 2024.

Kawasan tersebut dikenal sebagai International Education, Technology, and Healthcare Special Economic Zone (ETKI SEZ) yang berlokasi di BSD, Kabupaten Tangerang.

Selain menjadi pusat investasi pendidikan dan kesehatan, kawasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan teknologi digital.

Dimyati menjelaskan bahwa Banten memiliki sejumlah kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang.

Beberapa di antaranya meliputi BSD, Lippo, dan Sedayu di wilayah Tangerang Raya serta kawasan industri di Kota Cilegon dan Serang.

Sementara itu, KEK Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan untuk pengembangan investasi pariwisata.

Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya melengkapi berbagai fasilitas pendukung investasi, termasuk penyediaan lahan, kemudahan perizinan, serta jaminan keamanan bagi pelaku usaha.

"Banten mempunyai ketersediaan lahan yang produktif, SDA (sumber daya alam) yang bagus, SDM (sumber daya manusia) yang andal, regulasi yang baik, daerah yang aman, serta infrastruktur yang mendukung. Ini akan sangat menguntungkan bagi investor. Belum lagi kawasan pantai kita cukup panjang dengan bentangan laut yang luas dan indah," ujar Wagub Dimyati.

KEK Tanjung Lesung Bakal Miliki Fasilitas Terjun Payung Internasional

Pemerintah Provinsi Banten juga menyambut rencana pengembangan fasilitas wisata terjun payung atau skydiving berstandar internasional di KEK Tanjung Lesung.

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur PT Banten West Java (Tanjung Lesung SEZ) Poernomo Siswoprasetijo dan Direktur PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi.

Fasilitas wisata terjun payung tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.

Dimyati menilai pengembangan destinasi wisata baru tersebut dapat memperkuat posisi KEK Tanjung Lesung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata.

Selain fasilitas terjun payung, pengembangan akses transportasi menuju kawasan tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Tol Serang-Panimbang Ditargetkan Rampung pada 2027

Pemerintah Provinsi Banten menargetkan penyelesaian Jalan Tol Serang-Panimbang pada 2027 untuk meningkatkan konektivitas menuju KEK Tanjung Lesung.

Keberadaan jalan tol tersebut diharapkan dapat mempermudah perjalanan wisatawan dan masyarakat menuju kawasan pariwisata di Kabupaten Pandeglang.

Selain jalan tol, kawasan Tanjung Lesung juga direncanakan memiliki fasilitas bandara perintis dan dermaga untuk mendukung akses transportasi.

"Ini akan mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Apalagi, nantinya akan ada bandara perintis dan dermaga. Oleh karena itu, saya menginstruksikan Kepala DPMPTSP untuk terus berkoordinasi dengan BKPM terkait berbagai peluang investasi yang bisa ditarik ke Banten," jelas Wagub Dimyati.

Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memperkuat koordinasi dengan BKPM dalam mengidentifikasi serta menarik peluang investasi baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan realisasi investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Banten dalam beberapa tahun mendatang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026