HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Kecam Serangan Houthi ke Bandara Arab Saudi dan Desak Penghentian Konflik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Kecam Serangan Houthi ke Bandara Arab Saudi dan Desak Penghentian Konflik
Foto: (Sumber :Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). /ANTARA/Xinhua/aa.)

Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras serangan terhadap warga dan infrastruktur sipil dalam eskalasi konflik antara kelompok Houthi Yaman dan Arab Saudi yang menyebabkan korban jiwa serta mengganggu aktivitas penerbangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kemlu RI melalui media sosial dan dipantau di Jakarta pada Selasa (13/10/2026), menyusul meningkatnya serangan lintas batas di kawasan Timur Tengah.

“Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata,” menurut pernyataan resmi Kemlu RI.

Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap serangan yang menargetkan sejumlah bandar udara di Arab Saudi karena mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu operasional penerbangan sipil.

Indonesia Soroti Korban Sipil dan Krisis Kemanusiaan di Yaman

Kemlu RI menyatakan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya jumlah korban sipil akibat eskalasi konflik bersenjata antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.

Serangan terhadap fasilitas penerbangan dinilai menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan penumpang dan aktivitas penerbangan di kawasan tersebut.

Selain situasi di Arab Saudi, Indonesia juga menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman akibat meningkatnya intensitas pertempuran.

Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta berharap seluruh korban luka dapat segera pulih.

Indonesia kembali menegaskan pentingnya perlindungan masyarakat sipil dan fasilitas publik dari dampak konflik bersenjata.

Kemlu RI Desak Semua Pihak Hentikan Serangan

Menanggapi meningkatnya ketegangan, Indonesia mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk segera menghentikan serangan maupun tindakan balasan.

Kemlu RI juga menyerukan agar pihak-pihak terkait menahan diri secara maksimal guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Indonesia menekankan bahwa seluruh tindakan dalam konflik harus mematuhi hukum internasional, khususnya hukum humaniter internasional yang mengatur perlindungan warga sipil.

Selain itu, pemerintah Indonesia mengingatkan pentingnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah seluruh negara di kawasan Timur Tengah.

“Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Serangan Houthi ke Dua Bandara Arab Saudi Tewaskan Tiga Orang

Ketegangan di Timur Tengah meningkat menyusul pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, terutama di sekitar Selat Bab Al-Mandab yang menjadi jalur pelayaran strategis.

Berdasarkan laporan Xinhua, otoritas Arab Saudi pada Rabu (7/10/2026) menyampaikan bahwa serangan terbaru kelompok Houthi terhadap dua bandara menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya.

Serangan tersebut menargetkan Bandara Internasional Abha di wilayah barat daya Arab Saudi dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyebut serangan berlangsung pada Selasa (6/10/2026) dan Rabu (7/10/2026).

Kelompok Houthi Yaman telah mengonfirmasi peluncuran gelombang baru serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak terhadap sejumlah bandara serta lokasi militer di Arab Saudi.

Eskalasi serangan tersebut menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena berdampak pada keselamatan warga sipil dan memperburuk situasi keamanan serta kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026