HOME  ⁄  Nasional

Lapas Wamena Akan Hidupkan Kembali Program Pendidikan Paket A B dan C bagi Warga Binaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lapas Wamena Akan Hidupkan Kembali Program Pendidikan Paket A B dan C bagi Warga Binaan
Foto: (Sumber :Kepala Lapas Kelas IIB Wamena Lukas Aponno memberikan keterangan terkait rencana program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Yudhi Efendi.)

Pantau - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berencana mengaktifkan kembali program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan setelah program tersebut sempat terhenti akibat pergantian kepemimpinan.

Kepala Lapas Kelas IIB Wamena Lukas Aponno mengatakan pihaknya akan menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk merealisasikan kembali layanan pendidikan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya untuk bisa membantu mewujudkan program pendidikan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA bagi warga binaan supaya mereka memperoleh ijazah pendidikan yang cukup," katanya di Wamena, Selasa (13/10/2026).

Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh ijazah sekaligus meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Program Pendidikan Kesetaraan Sempat Terhenti

Lukas menjelaskan bahwa program pendidikan kesetaraan sebelumnya pernah dilaksanakan di Lapas Wamena sebagai bagian dari kegiatan pembinaan warga binaan.

Namun, pelaksanaan program tersebut terhenti seiring terjadinya pergantian kepemimpinan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Pada masa kepemimpinannya, Lukas berupaya menghidupkan kembali kegiatan pendidikan tersebut agar warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademik.

"Di kepemimpinan saat ini, kami coba mendorong kembali supaya program ini berjalan dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi warga binaan selama menjalani masa hukuman. Ketika mereka bebas, ijazah itu dapat digunakan untuk mencari pekerjaan," ujarnya.

Program yang direncanakan mencakup tiga jenjang pendidikan kesetaraan, yakni Paket A setara sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas.

Melalui program tersebut, warga binaan yang sebelumnya putus sekolah diharapkan dapat melanjutkan pendidikan hingga memperoleh ijazah sesuai jenjang yang diselesaikan.

Lapas Wamena Akan Data Pendidikan Warga Binaan

Sebelum menjalankan kembali program pendidikan kesetaraan, pihak Lapas Wamena akan melakukan pendataan terhadap tingkat pendidikan seluruh warga binaan.

Langkah tersebut bertujuan mengetahui jumlah calon peserta yang membutuhkan layanan pendidikan Paket A, B, maupun C.

Lukas mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki data terbaru mengenai jumlah warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Kami akan melakukan pendataan menyeluruh kepada warga binaan, siapa-siapa yang belum menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMA supaya mudah ketika penyesuaian itu dilaksanakan," katanya.

Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar untuk menyesuaikan kebutuhan pendidikan warga binaan dengan program yang akan dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya.

Selain memberikan kesempatan memperoleh ijazah, pendidikan kesetaraan juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan warga binaan sebagai bekal kembali ke masyarakat.

Pendidikan Jadi Bagian dari Pembinaan Warga Binaan

Lukas menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu bentuk pelayanan dan pembinaan yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa hukuman.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan kepribadian warga binaan.

"Program ini satu dari berbagai program pelayanan yang diberikan di lapas sebagai cara membentuk kembali kepribadian dan karakter warga binaan sehingga ketika bebas nantinya mereka dapat bermanfaat bagi diri, keluarga, dan daerah mereka," ujarnya.

Pihak lapas berharap pendidikan kesetaraan dapat membantu warga binaan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.

Dengan bekal pendidikan dan ijazah, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mencari pekerjaan dan menjalani kehidupan produktif di tengah masyarakat.

Lapas Wamena Alami Kelebihan Kapasitas Hunian

Di tengah rencana pengaktifan kembali program pendidikan, Lapas Kelas IIB Wamena juga masih menghadapi persoalan keterbatasan fasilitas hunian.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak lapas pada Agustus 2026, jumlah penghuni mencapai 217 orang, sedangkan kapasitas yang tersedia hanya 114 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan kelebihan penghuni sebanyak 103 orang atau sekitar 90 persen dari kapasitas normal.

Pihak Lapas Wamena sebelumnya telah meminta dukungan pemerintah daerah untuk menambah ruang hunian guna memperbaiki kondisi pembinaan warga binaan.

Rencana pengaktifan kembali pendidikan kesetaraan menjadi salah satu upaya memperluas layanan pembinaan meskipun lembaga pemasyarakatan masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Hingga saat ini, pihak lapas masih mempersiapkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya serta pendataan calon peserta sebelum program pendidikan kesetaraan kembali dilaksanakan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026