HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Tangerang Pangkas Rancangan Belanja 2027 Sebesar Rp157 Miliar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Tangerang Pangkas Rancangan Belanja 2027 Sebesar Rp157 Miliar
Foto: (Sumber :Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan penjelasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kota Tangerang di Tangerang, Banten, Senin (12/10/2026). ANTARA/HO-Pemkot Tangerang.)

Pantau - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, merancang belanja daerah tahun anggaran 2027 sebesar Rp5,61 triliun atau turun sekitar Rp157 miliar dibandingkan belanja dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang mencapai Rp5,767 triliun.

Penurunan tersebut tercantum dalam Rancangan APBD (RAPBD) 2027 yang disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin kepada DPRD Kota Tangerang dalam rapat paripurna pada Senin (12/10/2026).

Selain belanja daerah, Pemkot Tangerang menargetkan pendapatan daerah tahun 2027 sebesar Rp5,16 triliun atau lebih rendah sekitar Rp26 miliar dibandingkan target pendapatan dalam Perubahan APBD 2026 sebesar Rp5,186 triliun.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus dilakukan secara cermat agar setiap program pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"APBD harus dikelola secara cermat dan tepat sasaran, agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar menjawab kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sachrudin dalam keterangannya di Tangerang, Selasa (13/10/2026).

Pendapatan Tangerang 2027 Ditargetkan Rp5,16 Triliun

Dalam RAPBD 2027, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp5,16 triliun yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan transfer.

PAD ditargetkan mencapai Rp3,28 triliun, sedangkan pendapatan transfer diperkirakan sekitar Rp1,87 triliun.

Sementara itu, total belanja daerah direncanakan sebesar Rp5,61 triliun dengan alokasi terbesar diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar masyarakat.

Dari total belanja tersebut, sekitar Rp3,40 triliun dialokasikan untuk urusan wajib pelayanan dasar.

Anggaran pendidikan direncanakan mencapai Rp1,50 triliun, sedangkan sektor kesehatan memperoleh alokasi sebesar Rp999,88 miliar.

Alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kualitas pelayanan publik meskipun rancangan belanja tahun 2027 mengalami penurunan dibandingkan anggaran perubahan tahun sebelumnya.

Pemkot Tangerang Tetapkan Lima Prioritas Pembangunan

Sachrudin mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan lima prioritas pembangunan yang menjadi dasar penyusunan RAPBD 2027.

Kelima prioritas tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi produktif, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan pelayanan publik.

Secara terperinci, lima prioritas pembangunan Kota Tangerang pada 2027 adalah:

  • Peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.
  • Penguatan ekonomi produktif.
  • Peningkatan infrastruktur perkotaan.
  • Pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
  • Pelayanan publik yang responsif.

Sachrudin menekankan bahwa keberhasilan penggunaan anggaran tidak hanya diukur dari pelaksanaan program atau besarnya penyerapan dana.

Menurutnya, setiap kegiatan pemerintah harus memiliki sasaran yang jelas dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

"Yang terpenting bukan cuma program terlaksana, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pelayanan harus semakin baik, persoalan warga tertangani, dan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memastikan program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan hasil yang terukur.

DPRD Tangerang Akan Cermati Penurunan Anggaran

Ketua DPRD Kota Tangerang Saiful Milah mengatakan RAPBD 2027 masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum memperoleh persetujuan bersama.

Menurutnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD akan melakukan pencermatan terhadap berbagai komponen anggaran, terutama karena nilai belanja daerah yang direncanakan mengalami penurunan.

"Dari nilai APBD yang menurun ini, kita akan kawal dengan baik dari berbagai sektor. Nantinya, Badan Anggaran akan mencermati dan mengoreksi sebaik-baiknya, sehingga anggaran yang disusun benar-benar mengarah kepada kepentingan masyarakat," katanya.

Berdasarkan data DPRD Kota Tangerang, belanja daerah dalam Perubahan APBD 2026 sebelumnya disepakati sebesar Rp5,767 triliun.

Sementara itu, pendapatan daerah dalam anggaran perubahan tersebut mencapai Rp5,186 triliun.

Jika dibandingkan dengan angka tersebut, rancangan belanja tahun 2027 turun sekitar Rp157 miliar, sedangkan target pendapatan berkurang sekitar Rp26 miliar.

Meski demikian, angka-angka dalam RAPBD 2027 masih bersifat sementara dan dapat berubah selama proses pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD.

Wali Kota Minta APBD Berorientasi pada Kesejahteraan Warga

Sachrudin menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan DPRD agar pembahasan RAPBD 2027 berlangsung transparan dan akuntabel.

Ia berharap setiap keputusan anggaran mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan daerah.

Pemerintah daerah juga diminta memastikan keterbatasan anggaran tidak mengurangi perhatian terhadap kualitas pelayanan dasar dan program pembangunan yang menjadi prioritas.

"Keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari apa yang dibangun, tetapi dari perubahan yang dirasakan masyarakat. Itulah yang ingin kita wujudkan melalui APBD 2027, agar setiap kebijakan dan anggaran benar-benar membawa Kota Tangerang semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera," ujarnya.

RAPBD 2027 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kota Tangerang sebelum ditetapkan menjadi APBD melalui persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026