HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Kamerun Bangun Pabrik Pengolahan Singkong Senilai Rp269 Miliar, Pemerintah Siapkan Lahan 4.000 Hektare

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Kamerun Bangun Pabrik Pengolahan Singkong Senilai Rp269 Miliar, Pemerintah Siapkan Lahan 4.000 Hektare
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pekerja mengeringkan olahan singkong untuk menjadi tepung tapioka di rumah produksi tepung tapioka di Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nz).)

Pantau - Indonesia dan Kamerun mengembangkan proyek percontohan pembangunan pabrik pengolahan singkong menjadi tepung tapioka senilai 15 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp269,08 miliar, dengan dukungan penyediaan lahan seluas 4.000 hektare dari Pemerintah Kamerun.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, mengatakan proyek tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama bisnis yang disepakati dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.

Pengembangan fasilitas pengolahan singkong di Kamerun diproyeksikan selesai dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas industri pengolahan hasil pertanian Kamerun melalui pemanfaatan teknologi, keahlian, dan sumber daya manusia dari Indonesia.

Indonesia Transfer Teknologi Pengolahan Singkong ke Kamerun

Agung menjelaskan bahwa singkong merupakan salah satu bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat Kamerun dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, negara di kawasan Afrika Tengah tersebut ingin meningkatkan kemampuan pengolahan singkong menjadi produk bernilai tambah, khususnya tepung tapioka.

"Di Kamerun, singkong menjadi makanan harian masyarakat mereka. Jadi, mereka mengusulkan kerja sama dengan Indonesia supaya terjadi transfer of knowledge (transfer pengetahuan) dan teknologi. Sehingga, Kamerun akan memiliki kapasitas untuk memproduksi bagaimana singkong diubah, ditransformasi menjadi tapioka," kata Agung di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, pengembangan pabrik tersebut akan melibatkan penggunaan bahan, keahlian, dan tenaga kerja dari Indonesia.

Melalui kerja sama ini, pelaku usaha Indonesia memperoleh kesempatan mengembangkan investasi di Kamerun, sedangkan produsen singkong setempat berpeluang meningkatkan kapasitas produksi untuk pasar ekspor.

PT Asindo Tech Garap Proyek Senilai Rp269,08 Miliar

Proyek pembangunan pabrik pengolahan singkong merupakan hasil kesepakatan antara PT Asindo Tech dari Indonesia dan Nego-Titans PLC dari Kamerun.

Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman dalam penyelenggaraan TEI 2025.

Nilai kerja sama penyediaan teknologi dan fasilitas produksi tersebut mencapai 15 juta dolar AS atau sekitar Rp269,08 miliar.

PT Asindo Tech merupakan perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi.

Selain proyek di Kamerun, perusahaan tersebut juga menjalin kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas modular dengan Structural Lifeline Ltd di Chad.

Proyek pembangkit listrik di Chad memiliki kapasitas 1,5 megawatt dengan nilai investasi 3,2 juta dolar AS atau sekitar Rp57,40 miliar.

Pemerintah Kamerun Sediakan Lahan 4.000 Hektare

Agung mengatakan dirinya telah bertemu dengan Menteri Perekonomian Kamerun untuk membahas perkembangan proyek pengolahan singkong tersebut.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kamerun menyatakan kesediaannya menyediakan lahan seluas 4.000 hektare guna mendukung pelaksanaan proyek.

Menurut Agung, dukungan pemerintah setempat menunjukkan komitmen terhadap kerja sama industri dengan Indonesia.

Menteri Perekonomian Kamerun juga meminta pihak Indonesia menyampaikan berbagai kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek agar dapat segera ditangani.

Sejumlah pelaku usaha Kamerun yang terlibat dalam kerja sama tersebut juga telah berkunjung ke Indonesia untuk memperkuat rencana bisnis.

Kunjungan itu menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk membahas tindak lanjut hasil pertemuan perusahaan Indonesia di Kamerun sebelumnya.

Kerja Sama Industri Perkuat Hubungan Ekonomi Indonesia dan Afrika Tengah

Agung menilai proyek pengolahan singkong menjadi salah satu contoh perkembangan positif hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Afrika Tengah.

"Ini juga salah satu showcase (bukti), bahwa menurut saya posturing atau profiling (posisi atau profil) Indonesia di kawasan Afrika Tengah sangatlah positif," ujar Agung.

Ia optimistis kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha kedua negara melalui investasi dan peningkatan kapasitas produksi.

Di sisi perdagangan, Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai ekspor Indonesia ke Kamerun sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 29,2 juta dolar AS atau sekitar Rp523,82 miliar.

Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Kamerun pada periode yang sama tercatat sebesar 108,2 juta dolar AS atau sekitar Rp1,94 triliun.

Pengembangan pabrik pengolahan singkong menjadi salah satu bentuk kerja sama industri yang diharapkan dapat memperluas hubungan ekonomi Indonesia dan Kamerun.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026