
Pantau - Pertamina Patra Niaga mengerahkan empat truk tangki tambahan dari Banyuwangi, Jawa Timur, ke Bali untuk mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean panjang kendaraan yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Kamis (15/10/2026).
Keempat truk tangki tersebut masing-masing memiliki kapasitas 16 kiloliter atau 16.000 liter sehingga total kapasitas angkut tambahan mencapai 64.000 liter dalam satu kali pengiriman.
“Masing-masing berkapasitas 16 kiloliter,” kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, di Denpasar, Kamis.
Penambahan armada dilakukan bersamaan dengan percepatan pengiriman 57,9 juta liter BBM ke Bali secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026.
Pertamina Tambah Empat Truk Tangki untuk Percepat Pasokan BBM
Pertamina Patra Niaga mendatangkan armada bantuan dari Banyuwangi untuk memperkuat distribusi BBM menuju sejumlah SPBU di Bali.
Empat truk tangki tambahan tersebut diharapkan membantu mempercepat pengangkutan bahan bakar dari terminal penyimpanan menuju titik penyaluran.
Distribusi BBM di Bali saat ini ditopang oleh dua fasilitas utama, yakni Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Kota Denpasar.
Berdasarkan data Pertamina Wilayah Pemasaran Bali, Terminal BBM Sanggaran didukung sekitar 25 hingga 30 truk tangki.
Sementara itu, Terminal BBM Manggis memiliki dukungan 72 truk tangki yang terus dioperasikan untuk mempercepat penyaluran ke SPBU.
Pertamina juga menyiapkan pengemudi mobil tangki cadangan untuk mengantisipasi kelelahan petugas selama percepatan distribusi berlangsung.
Sebanyak 57,9 Juta Liter Pertalite dan Pertamax Dikirim ke Bali
Selain memperkuat armada darat, Pertamina kembali mengirimkan pasokan BBM melalui Terminal BBM Manggis dan dermaga Terminal BBM Sanggaran.
Total BBM yang dijadwalkan masuk ke Bali selama periode 14–17 Oktober 2026 mencapai 57,9 juta liter.
Jumlah tersebut terdiri atas 44,9 juta liter pertalite dan 13 juta liter pertamax.
Pengiriman dilakukan secara bertahap untuk mendukung pemulihan pasokan di berbagai wilayah Bali.
Pertamina juga menambah operator SPBU cadangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama proses percepatan distribusi.
Koordinasi dilakukan dengan Kodam IX/Udayana untuk mendukung kebutuhan operasional penyaluran BBM.
Selain itu, Pertamina memanfaatkan layanan pengantaran BBM menggunakan sepeda motor sebagai alternatif pelayanan bagi pengguna kendaraan roda dua sesuai ketentuan operasional.
Antrean Panjang Masih Terjadi di Sejumlah SPBU Bali
Hingga Kamis (15/10/2026) pukul 10.00 Wita, antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Bali.
Salah satu lokasi antrean berada di SPBU Jalan Gatot Subroto, Denpasar Timur, dekat kawasan Teras Ayung.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung.
Antrean kendaraan turut dilaporkan di SPBU dekat Patung Sakah, Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Di Kabupaten Karangasem, antrean juga terlihat di SPBU Padang Kerta.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa antrean panjang BBM di Bali disebabkan oleh kendala distribusi.
Keterangan tersebut disampaikan Bahlil di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).
Pemprov Bali Terapkan Kerja dari Rumah untuk Kurangi Mobilitas
Pemerintah Provinsi Bali turut mengambil langkah untuk membantu mengurangi tekanan terhadap kebutuhan BBM selama proses pemulihan distribusi.
Melalui surat edaran Gubernur Bali yang diterbitkan Rabu (14/10/2026), pemerintah provinsi menerapkan skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Kebijakan tersebut berlaku mulai Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026).
Penerapannya mencakup instansi pemerintah, sektor pendidikan, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Pengaturan tersebut ditujukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kelancaran penyediaan dan distribusi BBM.
Sementara itu, Pertamina terus mengoptimalkan pengiriman pasokan dan armada tangki untuk mempercepat pelayanan di SPBU yang masih mengalami antrean.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




