
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sebanyak 10.070 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di seluruh Indonesia hingga Kamis (15/10/2026), sementara pemerintah menargetkan 35 ribu unit dapat beroperasi pada akhir tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Menurutnya, sebanyak 28 ribu unit koperasi telah memiliki bangunan yang selesai dibangun, tetapi belum seluruhnya beroperasi.
"Yang sudah beroperasi itu jumlahnya sebanyak 10.070 unit, dan yang sudah berdiri serta sudah jadi gedungnya itu jumlahnya sebanyak 28 ribu unit," katanya.
Presiden Minta Operasional Koperasi Merah Putih Dipantau Selama Delapan Hari
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan secara serentak dengan pengawasan langsung di lapangan.
"Hari ini Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih secara serentak beroperasi, dan selama delapan hari Presiden meminta untuk terus melakukan monitoring di lapangan," ujar Zulkifli Hasan.
Pengawasan tersebut mencakup kondisi bangunan koperasi, kesiapan sarana dan prasarana, serta sistem operasional pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemantauan diperlukan untuk memastikan koperasi yang telah beroperasi memiliki fasilitas dan kebutuhan pelayanan yang memadai.
Pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan program.
Pangdam, Kapolda, dan Kepala Daerah Dilibatkan dalam Pengawasan
Zulkifli Hasan mengatakan pengawasan terhadap 10.070 koperasi yang telah beroperasi akan melibatkan unsur pemerintah daerah dan aparat kewilayahan.
"Nantinya dari 10.070 unit Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah beroperasi ini juga akan diawasi secara langsung oleh Pangdam, Kapolda, gubernur, bupati dan wali kota di daerah masing-masing untuk memeriksa kelengkapan barang serta sarana prasarana," ucap dia.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan karena program Koperasi Merah Putih merupakan pekerjaan berskala besar yang melibatkan banyak instansi dan badan usaha milik negara (BUMN).
Ia mengakui pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah kendala yang perlu diperbaiki secara bertahap.
"Dalam pekerjaan besar ini ada yang sudah berjalan bagus dan ada yang belum, karena ini melibatkan banyak instansi dan BUMN tentu pelayanannya tidak mudah dan memerlukan pengawasan serta memperlengkapi kekurangan secara berkala," tambahnya.
Koperasi Merah Putih Lampung Selatan Sediakan LPG hingga Pupuk
Dalam kunjungannya ke Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Zulkifli Hasan meninjau sejumlah layanan yang telah tersedia di koperasi setempat.
Koperasi tersebut menyediakan kebutuhan masyarakat, mulai dari LPG, pupuk, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga layanan apotek.
Selain itu, tersedia layanan agen BRILink, Kantor Pos, dan pembayaran listrik.
"Di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Desa Bumi Sari Natar sudah ada LPG, agen Brilink, pupuk, beras SPHP, apotek, Kantor Pos dan pembayaran listrik yang siap melayani masyarakat. Memang kami mengakui ini belum sempurna dan perlu waktu untuk membenahi tapi yang dituju adalah terbentuknya kesejahteraan," tambahnya.
Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih di Indonesia
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan sebanyak 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Dari target tersebut, pemerintah mengupayakan sedikitnya 35 ribu unit sudah dapat beroperasi hingga akhir 2026.
Ia menegaskan pengembangan koperasi akan terus disertai pengawasan dan perbaikan fasilitas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan berbagai layanan ekonomi di tingkat desa serta kelurahan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




