
Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis target transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 sebesar 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp313 triliun dapat tercapai setelah nilai nota kesepahaman perdagangan pada hari pertama pameran mencapai 13,2 miliar dolar AS.
Optimisme tersebut disampaikan Budi pada hari kedua penyelenggaraan TEI 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
Pada hari pertama pameran, Rabu (14/10/2026), sebanyak 168 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani antara eksportir Indonesia dan pembeli dari berbagai negara dengan total nilai mencapai 13,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp236 triliun.
Capaian tersebut setara dengan sekitar 75,4 persen dari target transaksi TEI 2026 yang ditetapkan pemerintah selama lima hari penyelenggaraan pameran.
“Itu baru MoU. Jadi, di luar itu kita belum hitung. Memang target kita total transaksi selama lima hari ini adalah 17,5 miliar dolar AS. Saya yakin pasti tercapai karena di hari pertama pun sudah dapat transaksi yang cukup bagus,” ujar Budi.
Dengan nilai kesepahaman perdagangan tersebut, masih terdapat selisih sekitar 4,3 miliar dolar AS untuk mencapai target transaksi sebesar 17,5 miliar dolar AS.
Kemendag Ungkap Strategi di Balik Transaksi Besar TEI 2026
Budi menjelaskan bahwa capaian nilai kesepahaman perdagangan pada hari pertama TEI 2026 tidak terlepas dari kegiatan penjajakan bisnis atau business matching yang telah dipersiapkan jauh sebelum pameran berlangsung.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahkan dapat memulai persiapan penjajakan bisnis hingga satu tahun sebelum penyelenggaraan TEI.
Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan eksportir Indonesia dan calon pembeli dari berbagai negara yang memiliki potensi menjalin kerja sama perdagangan.
Menurut Budi, eksportir yang berencana mengikuti TEI terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan menyampaikan rencana keikutsertaan mereka kepada Kemendag.
Setelah proses tersebut, Kemendag memfasilitasi kegiatan penjajakan bisnis dengan menghubungkan eksportir nasional kepada calon pembeli potensial di pasar internasional.
“Jadi, teman-teman yang akan ikut TEI ini sudah mendaftar di kita, sudah ngomong ke kita, kemudian kita lakukan business matching dengan perwakilan kita,” kata Budi.
Melalui mekanisme tersebut, eksportir Indonesia dapat menjalin komunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri sebelum pelaksanaan pameran.
Komunikasi awal dapat dilakukan secara daring untuk membahas kebutuhan pasar, potensi kerja sama, serta peluang transaksi perdagangan.
Setelah proses penjajakan bisnis berlangsung, eksportir dan calon pembeli dapat melanjutkan pembahasan melalui pertemuan langsung di lokasi TEI 2026.
Pertemuan tatap muka tersebut dimanfaatkan untuk mematangkan kesepakatan hingga melakukan penandatanganan kontrak perdagangan.
Kemendag Kerahkan 46 Perwakilan Perdagangan di 33 Negara
Dalam mendukung kegiatan penjajakan bisnis, Kemendag memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di berbagai negara.
Saat ini, Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara yang terdiri atas atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Jaringan tersebut memiliki peran penting dalam membantu eksportir Indonesia mencari calon pembeli potensial serta membuka peluang pasar ekspor.
Perwakilan perdagangan juga bertugas menjajaki kebutuhan pasar di negara tujuan dan mempertemukan pelaku usaha nasional dengan mitra bisnis internasional.
Melalui jaringan tersebut, pemerintah dapat memfasilitasi komunikasi antara eksportir dan calon pembeli sebelum keduanya bertemu secara langsung dalam pameran.
Budi menilai proses penjajakan bisnis yang dilakukan sejak awal menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong tercapainya kesepakatan perdagangan selama TEI berlangsung.
Dengan demikian, TEI tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi produk Indonesia, tetapi juga menjadi tempat untuk merealisasikan hasil penjajakan bisnis yang telah dilakukan sebelumnya.
Mendag Dorong UMKM Manfaatkan Peluang Ekspor ke Pasar Internasional
Selain memfasilitasi eksportir, pemerintah turut mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan kegiatan business matching dalam memperluas akses pasar ekspor.
Budi menilai pelaku UMKM tidak seharusnya hanya berfokus pada penjualan produk di pasar domestik, tetapi juga perlu melihat peluang perdagangan di pasar internasional.
Melalui fasilitas penjajakan bisnis Kemendag, pelaku UMKM diharapkan dapat terhubung dengan calon pembeli dari luar negeri.
Pemerintah juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing produk UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperluas jaringan perdagangan dan meningkatkan peluang pemasaran produk di luar negeri.
Kemendag berharap semakin banyak pelaku UMKM yang dapat memanfaatkan TEI sebagai sarana memperkenalkan produk sekaligus membangun hubungan bisnis dengan pembeli mancanegara.
Pemerintah Perluas Pemasaran Produk UMKM Lewat Ritel Modern
Di tengah upaya meningkatkan ekspor, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap penguatan pemasaran produk UMKM di pasar domestik.
Salah satu langkah yang didorong Kemendag adalah memperluas akses pemasaran produk UMKM melalui pola kemitraan dengan jaringan ritel modern dan minimarket.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi produk UMKM untuk masuk ke jaringan distribusi dan penjualan yang lebih luas.
Melalui peningkatan akses pasar domestik dan internasional, pemerintah berupaya memperkuat daya saing serta peluang pertumbuhan usaha bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, penyelenggaraan TEI 2026 masih berlangsung dengan target transaksi perdagangan mencapai 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp313 triliun selama lima hari pameran.
Dengan nilai MoU hari pertama yang telah mencapai 13,2 miliar dolar AS, dukungan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara, serta kegiatan penjajakan bisnis yang terus berlangsung, Kemendag optimistis target transaksi TEI 2026 dapat tercapai.
- Penulis :
- Shila Glorya




