
Pantau - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membuka layanan pelayaran langsung atau direct call yang menghubungkan Jakarta, China, dan Thailand melalui rute baru MSC Seahorse Service di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok untuk memperluas akses pasar ekspor dan impor Indonesia.
Layanan yang dioperasikan Mediterranean Shipping Company (MSC) tersebut melayani rute Jakarta–Shekou, China–Laem Chabang, Thailand, guna memperkuat konektivitas perdagangan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pelayaran perdana ditandai dengan kedatangan kapal MV MSC Elizabeth III di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (12/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Pelaksana Tugas Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK Yanuar Evyanto mengatakan pembukaan rute tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan daya saing logistik nasional.
"Kami menyambut antusias pembukaan layanan MSC Seahorse service ini sebagai wujud nyata komitmen IPC TPK dalam meningkatkan daya saing logistik nasional. Ini adalah langkah strategis IPC TPK untuk terus mengakomodasi kebutuhan pasar global dengan menyediakan layanan kepelabuhanan yang cepat, andal, dan berstandar internasional," ujar Yanuar dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Kapal MSC Elizabeth III Layani Rute Perdana dari Tanjung Priok
Pembukaan layanan MSC Seahorse Service ditandai dengan bersandarnya kapal MV MSC Elizabeth III yang berbendera Liberia.
Kapal tersebut memiliki panjang keseluruhan atau Length Overall (LOA) 210 meter dan lebar 30 meter.
MV MSC Elizabeth III tiba di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok pada 12 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.
Dalam kegiatan operasional perdananya, kapal tersebut menangani aktivitas bongkar muat sebanyak 483 peti kemas.
Setelah seluruh kegiatan operasional selesai, kapal kembali melanjutkan pelayaran pada Selasa (13/10/2026) pukul 09.30 WIB.
IPC TPK menyatakan proses pelayanan kapal tersebut berlangsung secara efisien dengan dukungan fasilitas terminal yang tersedia.
Rute Jakarta-China-Thailand Perluas Konektivitas Perdagangan
Layanan direct call MSC Seahorse Service menghubungkan tiga titik pelabuhan utama di Indonesia, China, dan Thailand.
Rute tersebut mencakup Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Shekou di China, serta Pelabuhan Laem Chabang di Thailand.
Konektivitas langsung ini diharapkan memperlancar arus pengiriman barang ekspor dan impor di antara ketiga negara.
Pembukaan rute baru juga menjadi bagian dari penguatan jaringan logistik Indonesia di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Dengan tersedianya layanan tersebut, pelaku usaha memiliki tambahan pilihan jalur pelayaran untuk mendukung aktivitas perdagangan internasional.
IPC TPK menilai peningkatan konektivitas antarpelabuhan penting untuk mendukung kelancaran distribusi bahan baku maupun produk jadi.
IPC TPK Targetkan Penguatan Rantai Pasok Industri Nasional
Pembukaan rute pelayaran baru tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan sektor industri.
China merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam perdagangan komoditas energi, sedangkan Thailand memiliki peran penting dalam sektor pertanian kawasan.
Konektivitas antara Indonesia, China, dan Thailand diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas yang dibutuhkan industri.
IPC TPK menilai layanan pelayaran langsung dapat memperkuat integrasi rantai pasok serta memperluas jangkauan perdagangan nasional.
Yanuar mengatakan pembukaan rute tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kegiatan operasional pelabuhan, tetapi juga memperkuat hubungan perdagangan antarnegera.
"Layanan rute baru ini bukan sekadar ekspansi operasional biasa, melainkan jembatan maritim yang memperkuat sinergi strategis antarnegara. Kami sangat optimistis bahwa layanan MSC Seahorse service yang didukung oleh keandalan fasilitas IPC TPK dalam mendorong ketahanan pangan, kelancaran distribusi energi, serta percepatan integrasi rantai pasok industri tanah air di kancah global," ujar Yanuar.
Melalui layanan MSC Seahorse Service, IPC TPK berupaya meningkatkan peran Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan internasional Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




