
Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku industri fesyen modest Indonesia memperluas pasar domestik dan internasional melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern serta penjajakan bisnis ekspor untuk meningkatkan daya saing produk nasional.
Langkah tersebut dilakukan seiring pertumbuhan ekspor fesyen modest Indonesia yang mencapai 5,97 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen memperkuat pengembangan industri fesyen nasional agar mampu memanfaatkan peluang pasar yang terus berkembang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pergelaran busana IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10/2026) malam.
"Pasar fesyen domestik kita besar, maka harus kita manfaatkan dengan mengembangkan produk-produk fesyen kita sendiri. Modest fesyen terbukti memiliki potensi besar, sehingga harus dimaksimalkan di dalam sekaligus luar negeri," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Kemendag Gandeng Hippindo Perluas Pasar Fesyen Nasional
Kementerian Perdagangan mendorong penguatan pasar domestik melalui kerja sama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Kemitraan tersebut bertujuan membuka kesempatan bagi pelaku industri fesyen nasional untuk memasarkan produknya melalui jaringan ritel modern.
Melalui kerja sama itu, pelaku usaha dapat mengikuti kegiatan penjajakan bisnis atau business matching bersama perusahaan ritel anggota Hippindo.
Kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan produsen fesyen lokal dengan calon mitra usaha yang memiliki jaringan pemasaran lebih luas.
Produk fesyen nasional yang memiliki daya saing ditargetkan dapat masuk ke jaringan toko serba ada dan pusat perbelanjaan.
Budi menilai pasar dalam negeri yang besar perlu dimanfaatkan secara optimal oleh produsen fesyen Indonesia.
Penguatan distribusi melalui ritel modern juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan akses konsumen terhadap produk fesyen buatan dalam negeri.
Kemendag Bantu Pelaku Usaha Fesyen Cari Pembeli Luar Negeri
Selain memperkuat pasar domestik, Kemendag terus mempromosikan produk fesyen Indonesia melalui perwakilan perdagangan Republik Indonesia di berbagai negara.
Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha yang ingin memperluas penjualan ke pasar ekspor.
Kemendag menyediakan mekanisme penjajakan bisnis yang memungkinkan pelaku usaha mempresentasikan produknya secara daring kepada calon mitra internasional.
Perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri kemudian membantu menghubungkan pelaku usaha dengan calon pembeli.
"Produk fesyen kita makin banyak diminati di luar negeri. Kemendag tidak henti-hentinya mempromosikan produk kita melalui perwadag (perwakilan perdagangan) RI di luar negeri. Jika tertarik untuk ekspor, silakan langsung bergabung dan ikuti business matching. Bapak dan Ibu cukup presentasi daring, kemudian perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan mencarikan buyer," kata Budi.
Melalui fasilitas tersebut, pemerintah berupaya mempermudah akses pelaku industri fesyen nasional terhadap peluang perdagangan internasional.
Ekspor Fesyen Modest Indonesia Capai 5,97 Miliar Dolar AS
Industri fesyen modest menjadi salah satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan ekspor positif pada 2026.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor fesyen modest Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 5,97 miliar dolar AS.
Angka tersebut meningkat 2,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, sepanjang 2025, nilai ekspor fesyen modest Indonesia tercatat mencapai 8,67 miliar dolar AS.
Capaian pada 2025 tersebut tumbuh 3 persen dibandingkan nilai ekspor pada 2024.
Pertumbuhan ekspor tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk terus memperluas promosi dan jaringan pemasaran produk fesyen nasional.
Indonesia Tempati Peringkat Pertama Fesyen Modest Dunia
Peluang pengembangan industri fesyen modest juga didukung besarnya pasar konsumen muslim global.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, nilai belanja konsumen muslim dunia untuk pakaian dan alas kaki mencapai 347 miliar dolar AS pada 2024.
Nilai belanja tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 444 miliar dolar AS pada 2029.
Laporan yang sama menempatkan Indonesia pada peringkat pertama dunia dalam sektor fesyen modest pada 2025.
Posisi tersebut menunjukkan peran Indonesia dalam industri fesyen modest global sekaligus menjadi peluang untuk memperluas pasar produk nasional.
IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 Jadi Ajang Penguatan Industri Fesyen
Pergelaran IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi industri fesyen modest Indonesia kepada pasar domestik maupun internasional.
Pemerintah memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendorong pengembangan produk, perluasan jejaring usaha, dan peningkatan akses pasar bagi pelaku industri.
Kemendag berharap kolaborasi antara pemerintah, industri fesyen, dan jaringan perdagangan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Melalui penguatan kemitraan ritel dan promosi ekspor, pemerintah menargetkan produk fesyen modest nasional semakin luas dipasarkan serta mampu memanfaatkan pertumbuhan permintaan dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




