
Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng sejumlah pelaku industri untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat, mengurangi pengangguran, dan mendukung target penurunan angka kemiskinan menjadi 5 persen pada 2029.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza serta sejumlah pengusaha industri di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Muhaimin menegaskan bahwa keterlibatan dunia usaha diperlukan untuk menciptakan program pemberdayaan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Bersama-sama kolaborasi gotong royong menanggulangi kemiskinan dan melaksanakan pemberdayaan," kata Muhaimin di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Pemerintah Libatkan Industri untuk Atasi Pengangguran dan Kemiskinan
Muhaimin berharap para pengusaha dapat mengembangkan berbagai model pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.
Program tersebut juga diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan taraf hidup dan memperkuat kelompok kelas menengah.
"Sehingga bisa kontribusi bersama-sama mengatasi pengangguran, kemiskinan, dan menciptakan kelas menengah yang naik kelas," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Langkah kolaboratif ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mempercepat pengentasan kemiskinan.
Wamenperin Diminta Pimpin Pengembangan Program Pemberdayaan
Muhaimin meminta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memimpin langsung pengembangan pola pemberdayaan masyarakat di sektor industri.
Pola tersebut diharapkan bersifat efektif, partisipatif, dan berkelanjutan agar dapat diterapkan oleh berbagai perusahaan.
Kemenko PM menilai keterlibatan Kemenperin penting untuk menghubungkan kebutuhan dunia industri dengan peningkatan keterampilan masyarakat.
Pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 5 persen pada 2029 melalui berbagai program pemberdayaan dan penguatan ekonomi.
"Agar penanggulangan kemiskinan sukses di target lima persen pada tahun 2029," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Pelatihan SDM dan Kerja Sama UMKM Jadi Prioritas
Muhaimin mendorong agar program pemberdayaan yang selama ini telah dijalankan oleh pelaku industri diperluas ke lebih banyak wilayah.
Sejumlah program yang dinilai dapat dikembangkan meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan keterampilan, dan kerja sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan industri padat karya juga menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Melalui kerja sama dengan UMKM, pelaku industri diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan usaha dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Selain itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi perhatian agar masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
SMK Berstandar Internasional Diusulkan Diperluas
Selain pelatihan dan kerja sama UMKM, Muhaimin menyoroti keberadaan sekolah menengah kejuruan (SMK) berstandar internasional yang telah dikembangkan oleh sejumlah pelaku industri.
Menurutnya, model pendidikan kejuruan tersebut dapat menjadi contoh untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja di berbagai daerah.
Pemerintah berharap program serupa dapat diperluas ke lokasi strategis yang memiliki potensi pengembangan industri.
"Model-modelnya ada pelatihan, capacity building, kerja sama, kolaborasi dengan UMKM, bahkan ada yang sudah memiliki SMK-SMK dengan standar internasional. SMK-SMK ini bisa kita duplikasi di berbagai lokasi-lokasi strategis," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Perluasan program pelatihan, pendidikan vokasi, dan kemitraan industri diharapkan dapat mendukung peningkatan keterampilan masyarakat serta pencapaian target pengentasan kemiskinan pada 2029.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




