HOME  ⁄  Ekonomi

Berau Expo 2026 Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global, Kakao Fermentasi Berau Sudah Diekspor ke Prancis

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Berau Expo 2026 Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global, Kakao Fermentasi Berau Sudah Diekspor ke Prancis
Foto: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas (sumber: Prokopim Berau)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memanfaatkan Berau Expo 2026 untuk memperluas pemasaran produk unggulan daerah, termasuk kakao fermentasi yang telah menembus pasar ekspor Prancis dengan pengiriman perdana mencapai 10 ton.

Pameran yang berlangsung pada 16–25 Oktober 2026 tersebut menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan Berau Expo 2026 tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi Kabupaten Berau kepada masyarakat dan calon mitra usaha.

"Pameran yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb tersebut menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi," ujar Sri Juniarsih di Tanjung Redeb, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, serta pelaku usaha yang menampilkan berbagai produk dan potensi unggulan dari wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah berharap pameran ini dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, investor, dan mitra perdagangan.

Kakao Fermentasi Berau Tembus Prancis, Peluang Ekspor Capai 50 Ton per Tahun

Salah satu komoditas unggulan yang mendapat perhatian dalam Berau Expo 2026 adalah kakao fermentasi yang telah berhasil memasuki pasar internasional.

Kakao fermentasi asal Kabupaten Berau diketahui mulai dikirim ke Prancis sejak Maret 2026 sebagai bagian dari pengembangan perdagangan komoditas perkebunan daerah.

Pengiriman perdana ke negara tersebut mencapai 10 ton, menandai masuknya kakao fermentasi Berau ke jaringan perdagangan ekspor Eropa.

Berdasarkan kerja sama dengan perusahaan di Prancis, terdapat peluang pemenuhan permintaan kakao fermentasi hingga 50 ton setiap tahun.

Peluang tersebut membuka kesempatan bagi petani dan pelaku usaha di Kabupaten Berau untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jaringan perdagangan internasional.

Selain Prancis, kakao fermentasi Berau juga memiliki peluang memasuki pasar Jepang yang menunjukkan potensi permintaan dalam jumlah lebih besar.

Adanya peluang pasar dari kedua negara tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan komoditas kakao sebagai salah satu produk unggulan perkebunan.

Pemerintah Kabupaten Berau menilai perluasan pasar internasional harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas, kualitas hasil perkebunan, dan kemampuan petani memenuhi kebutuhan pembeli.

Upaya tersebut diperlukan agar pasokan kakao fermentasi dapat terus berkembang dan memenuhi permintaan pasar domestik maupun internasional.

Pemkab Berau Dorong Produktivitas Petani dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Untuk mendukung peningkatan produksi kakao fermentasi, Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong program pembinaan bagi petani kakao.

Pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengembangkan perkebunan sekaligus menjaga kualitas hasil produksi.

Salah satu langkah yang didorong adalah peningkatan produktivitas melalui intensifikasi pertanian agar lahan yang telah dimanfaatkan mampu menghasilkan produksi lebih optimal.

Selain intensifikasi, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan lahan pertanian untuk memperluas kapasitas produksi komoditas kakao.

Pemanfaatan teknologi pertanian turut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan efisiensi dan hasil perkebunan.

Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani dalam memenuhi peluang permintaan kakao fermentasi dari pasar ekspor.

Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan produk olahan kakao agar komoditas perkebunan tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

Pengolahan kakao menjadi berbagai produk turunan dinilai dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Melalui pengembangan produksi dan pengolahan, komoditas kakao diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Berau.

Berau Expo 2026 Tampilkan Produk UMKM hingga Kekayaan Budaya Daerah

Selain kakao fermentasi, Berau Expo 2026 menghadirkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sejumlah wilayah di Kabupaten Berau.

Keikutsertaan pelaku UMKM memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Pameran tersebut juga menampilkan berbagai produk olahan berbahan dasar kakao sebagai bagian dari upaya pengembangan komoditas unggulan daerah.

Tidak hanya sektor perkebunan dan UMKM, Berau Expo 2026 turut memperkenalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Berau.

Kekayaan seni dan budaya dari berbagai kecamatan juga ditampilkan untuk memperkenalkan identitas serta keberagaman budaya masyarakat setempat.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut menjadikan Berau Expo 2026 sebagai sarana promosi daerah yang mencakup potensi ekonomi, sumber daya alam, dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Berau berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dengan calon mitra yang memiliki peluang menjalin kerja sama perdagangan maupun investasi.

Bupati Berau Targetkan Promosi Produk Lokal Berlanjut Setelah Pameran

Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa manfaat Berau Expo 2026 diharapkan tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada 25 Oktober 2026.

Pemerintah daerah menginginkan promosi produk unggulan terus berlanjut melalui pengembangan jaringan pemasaran dan kerja sama usaha.

"Kami berharap promosi produk lokal berlanjut setelah pameran berakhir, sehingga upaya memperluas akses pasar, menarik investasi, dan langkah memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat terwujud," ujar Sri Juniarsih.

Menurut pemerintah daerah, perluasan akses pasar menjadi salah satu sasaran penting penyelenggaraan Berau Expo 2026, terutama bagi komoditas unggulan yang memiliki peluang perdagangan internasional.

Selain memperluas pemasaran, kegiatan tersebut diharapkan dapat menarik minat investor untuk mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Pengembangan kakao fermentasi, produk olahan kakao, serta berbagai usaha UMKM menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya daerah.

Melalui Berau Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Berau berupaya menjadikan momentum peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb sebagai kesempatan memperluas promosi produk unggulan, membuka kerja sama perdagangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026