HOME  ⁄  Ekonomi

Batam Siapkan Ekspansi Pusat Data, Kebutuhan Listrik Diproyeksikan Melonjak hingga 1.150 MW pada 2031

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Batam Siapkan Ekspansi Pusat Data, Kebutuhan Listrik Diproyeksikan Melonjak hingga 1.150 MW pada 2031
Foto: (Sumber :Salah satu gedung pusat data yang sudah dibangun di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja..)

Pantau - Batam, Kepulauan Riau, menghadapi peningkatan kebutuhan infrastruktur listrik dan air seiring berkembangnya investasi pusat data atau data center, dengan proyeksi konsumsi listrik industri tersebut mencapai 1.150 megawatt (MW) mulai 2031.

Berdasarkan pemetaan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga akhir Agustus 2026, terdapat sembilan entitas pusat data yang mengembangkan 10 lokasi proyek di wilayah tersebut.

Proyek-proyek itu berada dalam berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga operasi bertahap.

Sementara itu, proyeksi PLN Batam periode 2026–2035 menunjukkan kebutuhan daya pelanggan pusat data diperkirakan meningkat dari 89 MW pada 2026 menjadi 1.150 MW mulai 2031.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian karena pertumbuhan industri digital harus diimbangi dengan kesiapan pasokan listrik, ketersediaan air, serta keandalan pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

BP Batam Identifikasi Sembilan Entitas Pusat Data di 10 Lokasi

Batam memiliki peluang untuk menjadi salah satu kawasan pengembangan industri digital karena lokasinya berdekatan dengan Singapura serta didukung kawasan industri dan konektivitas internasional.

Keunggulan tersebut membuka peluang investasi dalam pengembangan layanan komputasi awan, kecerdasan buatan, dan berbagai fasilitas pendukung ekonomi digital.

Hingga akhir Agustus 2026, BP Batam telah mengidentifikasi sembilan entitas pusat data dengan total 10 lokasi proyek.

Namun, seluruh proyek tersebut belum berada pada tahap operasional penuh karena sebagian masih dalam perencanaan dan pembangunan.

Perbedaan tahapan proyek menjadi faktor penting dalam menghitung kebutuhan listrik dan air yang harus disediakan.

Dalam tulisannya, Fary menekankan perlunya keterbukaan informasi mengenai status investasi agar masyarakat dapat membedakan antara proyek yang direncanakan, telah memiliki komitmen, sedang dibangun, dan sudah beroperasi.

Perbedaan jumlah entitas, lokasi proyek, serta pelanggan listrik juga perlu dijelaskan karena masing-masing menggunakan dasar pencatatan yang berbeda.

Kejelasan data diperlukan agar perencanaan pengembangan infrastruktur dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual setiap proyek.

Kebutuhan Listrik Pusat Data Diperkirakan Capai 1.150 MW

PLN Batam memproyeksikan peningkatan kapasitas pasokan listrik secara bertahap untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di wilayah tersebut.

Dalam proyeksi periode 2026–2035, daya mampu pasok pembangkit direncanakan meningkat dari sekitar 970 MW pada 2026 menjadi 3.691 MW pada 2035.

Peningkatan kapasitas tersebut antara lain diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan konsumsi listrik dari sektor pusat data.

Penyerapan daya pelanggan pusat data diperkirakan mencapai 89 MW pada 2026 sebelum meningkat menjadi 1.150 MW mulai 2031.

PLN Batam juga telah memetakan 17 pelanggan pusat data dalam perencanaan kebutuhan listrik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 pelanggan memiliki jadwal penyaluran daya yang masuk kategori komitmen.

Perbedaan antara jumlah pelanggan listrik dan entitas proyek menunjukkan pentingnya penjelasan mengenai cakupan data yang digunakan masing-masing lembaga.

Proyeksi peningkatan kebutuhan listrik tersebut memerlukan penyesuaian jadwal pembangunan pembangkit, penguatan jaringan, serta kepastian pembiayaan.

Selain penambahan kapasitas pembangkit, keandalan pasokan juga bergantung pada kesiapan cadangan operasional, transmisi, distribusi, dan kemampuan pemulihan ketika terjadi gangguan.

Dengan demikian, peningkatan kapasitas listrik perlu disertai perbaikan kualitas pelayanan bagi seluruh pelanggan, termasuk rumah tangga dan pelaku usaha.

PLN Batam Petakan Potensi Pembangkit Surya 2.500 MWp

Selain pengembangan pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik, PLN Batam turut memetakan potensi energi terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Potensi proyek PLTS yang telah dipetakan mencapai sekitar 2.500 megawatt-puncak (MWp).

Sejumlah lokasi yang masuk dalam pemetaan tersebut meliputi Rempang, Duriangkang, Pulau Lumba, dan Piayu.

Namun, proyek-proyek tersebut masih berada pada tingkat kesiapan yang berbeda sehingga belum seluruhnya dapat diperhitungkan sebagai kapasitas pembangkit yang tersedia.

Pengembangan energi surya juga memerlukan perencanaan yang memperhatikan karakteristik produksi listrik dan kebutuhan keandalan sistem.

Karena itu, potensi pembangkit surya perlu diselaraskan dengan kebutuhan energi pusat data serta kemampuan jaringan listrik Batam.

Pengembangan Pusat Data Perlu Diimbangi Kesiapan Air dan Infrastruktur

Pertumbuhan industri pusat data di Batam juga menimbulkan perhatian terhadap kesiapan pelayanan air dan infrastruktur pendukung lainnya.

Kebutuhan tersebut menjadi penting karena pengembangan fasilitas berskala besar berlangsung bersamaan dengan kebutuhan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Dalam tulisannya, Fary menyoroti pertanyaan mengenai kemampuan infrastruktur Batam untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendukung pertumbuhan industri.

Ia juga menekankan bahwa besarnya investasi yang masuk perlu disertai peningkatan kualitas pelayanan dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Perencanaan kebutuhan listrik dan air dinilai harus mengikuti jadwal pembangunan serta operasional setiap proyek pusat data.

Pendekatan tersebut diperlukan agar penambahan kapasitas infrastruktur dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak hanya berdasarkan nilai investasi yang diumumkan.

Pengelolaan investasi juga memerlukan keterbukaan informasi mengenai perkembangan proyek, kebutuhan utilitas, serta kesiapan fasilitas pendukung.

Fary mengingatkan bahwa keberhasilan pengembangan pusat data tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaatnya terhadap perekonomian dan kualitas pelayanan publik.

"Data center dapat menjadi berkah ketika pertumbuhannya dipersiapkan dengan infrastruktur andal, penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, dan kesempatan ekonomi yang terbuka."

Dengan sembilan entitas pusat data yang telah teridentifikasi dan proyeksi kebutuhan listrik yang terus meningkat, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan arah pengembangan industri digital Batam.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026