
Pantau - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra menegaskan industri pupuk nasional memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan dan kemandirian nasional, sehingga kepastian pasokan gas bumi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Pernyataan tersebut disampaikan Hangga saat mengunjungi fasilitas produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), bagian dari Pupuk Indonesia Holding, di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (16/10/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau fasilitas produksi sekaligus membahas kebutuhan pasokan gas bumi dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) bagi operasional serta pengembangan perusahaan.
Menurut Hangga, keberlanjutan industri pupuk tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan pupuk nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
"Keberadaan industri pupuk juga mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat," kata Hangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Kepastian Pasokan Gas Jadi Perhatian Utama
Hangga mengatakan ketersediaan gas bumi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kelangsungan operasional PT Pupuk Iskandar Muda.
Saat ini, kebutuhan gas PIM dipasok dari Blok A yang dioperasikan Medco serta LNG dari BP Tangguh melalui fasilitas PT Perta Arun Gas (PAG).
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah dan perusahaan turut membahas peluang tambahan pasokan gas dari sejumlah wilayah produksi.
Sumber pasokan yang dibahas meliputi Gebang, Bontang, dan Donggi-Senoro LNG (DSLNG).
Selain itu, terdapat pembahasan mengenai pengembangan lapangan gas jangka panjang, termasuk Andaman dan Masela.
Pembahasan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi alternatif pasokan yang dapat mendukung keberlanjutan produksi dan rencana pengembangan PIM.
"Kepastian pasokan, volume, dan harga gas yang kompetitif menjadi faktor penting bagi keberlanjutan produksi PIM," kata Hangga.
Kementerian ESDM Dorong Koordinasi dengan SKK Migas
Hangga menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan pelaku industri dalam memastikan ketersediaan energi bagi sektor strategis nasional.
Koordinasi antara Kementerian ESDM, SKK Migas, pemasok gas, dan PIM diperlukan untuk mencari solusi pemenuhan kebutuhan gas perusahaan.
Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan penerapan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepastian harga dan volume pasokan menjadi bagian dari pembahasan untuk mendukung kelangsungan operasional fasilitas produksi pupuk.
Hangga berharap keberlanjutan dan pengembangan PIM dapat memperkuat pasokan pupuk nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah pemanfaatan gas bumi dalam negeri.
Pengembangan perusahaan juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh dan kegiatan usaha masyarakat sekitar.
Pupuk Iskandar Muda Siapkan Pengembangan Proyek PIM-3
Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Iskandar Muda, Guntur Prasetyo, menyampaikan bahwa perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas dan kinerja produksi.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan lini produk pupuk NPK untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian.
Perusahaan juga merencanakan pengembangan fasilitas produksi amonia dan urea melalui proyek PIM-3.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan PIM dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional.
Selain memperkuat kapasitas produksi, proyek tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di sektor industri pupuk.
PIM Kembangkan Amonia Rendah Emisi
Selain pengembangan pupuk NPK, amonia, dan urea, PIM turut memaparkan rencana diversifikasi produk menuju industri rendah emisi.
Rencana tersebut mencakup pengembangan blue ammonia dan hybrid green ammonia.
Kedua jenis produk itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas kegiatan usaha sekaligus mendukung pengembangan industri yang lebih rendah emisi.
Pengembangan produk tersebut masih menjadi bagian dari rencana perusahaan yang dipaparkan dalam kunjungan Tenaga Ahli Menteri ESDM.
Melalui penguatan pasokan gas, peningkatan kapasitas produksi, dan diversifikasi produk, PIM diharapkan dapat terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional serta perekonomian Aceh.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




