HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Percepat Pemulihan BBM di Bali, Targetkan Stok 48 Juta Liter dan Kerahkan 108 Mobil Tangki

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertamina Percepat Pemulihan BBM di Bali, Targetkan Stok 48 Juta Liter dan Kerahkan 108 Mobil Tangki
Foto: (Sumber :Sejumlah petugas saat menyiapkan pasokan BBM di Bali. ANTARA/HO-Pertamina.)

Pantau - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan menargetkan ketersediaan stok mencapai 48 juta liter pada Sabtu (17/10/2026), yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 14–15 hari.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan pasokan di terminal BBM, penambahan armada distribusi, peningkatan jumlah petugas operasional, serta pengaturan pembelian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan berbagai upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus memperlancar pelayanan kepada masyarakat.

"Kami memastikan kesiapan pasokan berjalan seiring dengan dukungan operasional yang diperlukan. Pemantauan terus dilakukan agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan," kata Ahad dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Pertamina juga menyiagakan 108 mobil tangki, 465 awak mobil tangki, serta 66 SPBU yang beroperasi selama 24 jam untuk mendukung pemulihan distribusi BBM di Bali.

Pertamina Targetkan Stok BBM Bali Capai 48 Juta Liter

Pertamina Patra Niaga menargetkan stok BBM di dua fasilitas penyimpanan utama di Bali mencapai 48 juta liter pada 17 Oktober 2026.

Kedua fasilitas tersebut adalah Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem dan Fuel Terminal Sanggaran di Kota Denpasar.

Menurut Ahad, jumlah stok yang ditargetkan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Bali selama 14 hingga 15 hari ke depan.

Penguatan pasokan menjadi salah satu langkah utama Pertamina untuk mempercepat pemulihan pelayanan pengisian BBM.

Selain memastikan ketersediaan stok di terminal, perusahaan juga meningkatkan kesiapan sarana distribusi agar pasokan dapat disalurkan menuju SPBU.

Pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan untuk menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Untuk memperlancar distribusi BBM dari terminal menuju SPBU, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki.

Armada tersebut didukung oleh 465 awak mobil tangki yang bertugas membantu kelancaran pengiriman bahan bakar.

Kesiapan distribusi juga diperkuat dengan penambahan 16 mobil tangki untuk mengoptimalkan penyaluran BBM ke berbagai SPBU.

Selain penambahan armada, Pertamina memperoleh dukungan pengawalan dari Kepolisian Daerah Bali.

Pengawalan dilakukan terhadap kendaraan tangki BBM untuk memastikan perjalanan menuju SPBU berlangsung lancar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara Pertamina dan aparat kepolisian dalam mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali.

Dengan penguatan armada dan personel, Pertamina berupaya menjaga kesinambungan pasokan dari terminal penyimpanan hingga lokasi pengisian.

Sebanyak 66 SPBU Beroperasi 24 Jam, TNI Bantu Pelayanan Malam Hari

Dari sisi pelayanan, Pertamina Patra Niaga menyiapkan 66 SPBU yang beroperasi selama 24 jam.

Sebanyak 42 SPBU berada di Kota Denpasar, sedangkan 24 SPBU lainnya berada di Kabupaten Badung.

Pengoperasian SPBU selama 24 jam dilakukan untuk memperluas waktu pelayanan dan membantu mengurangi antrean kendaraan.

Pertamina juga mendapatkan dukungan 100 personel TNI dari Kodam IX/Udayana.

Personel tersebut disiapkan untuk membantu operasional SPBU pada malam hari.

Dukungan TNI dan kepolisian melengkapi langkah penguatan pasokan serta penambahan kapasitas distribusi yang dilakukan Pertamina.

Melalui peningkatan jam operasional dan dukungan petugas, pelayanan pengisian BBM diharapkan dapat kembali normal secara bertahap.

Aturan Ganjil Genap BBM Berlaku Mulai 17 hingga 19 Oktober

Selain memperkuat pasokan dan distribusi, Pertamina Patra Niaga menerapkan pengaturan pengisian BBM sesuai arahan Pemerintah Provinsi Bali.

Pengaturan tersebut mencakup pembatasan volume pembelian BBM untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Kendaraan roda empat dibatasi melakukan pengisian maksimal 20 liter, sedangkan kendaraan roda dua maksimal 3 liter hingga situasi kembali normal.

Pemerintah Provinsi Bali juga memberlakukan sistem ganjil genap berdasarkan nomor polisi kendaraan selama tiga hari, mulai Sabtu (17/10/2026) hingga Senin (19/10/2026).

Pada Sabtu (17/10/2026), pengisian BBM diperuntukkan bagi kendaraan dengan nomor polisi ganjil.

Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.

Pengaturan pengisian dilakukan sebagai bagian dari upaya mengelola antrean kendaraan di SPBU selama masa pemulihan layanan.

Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Membeli BBM Berlebihan

Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti ketentuan pengisian BBM yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali.

Masyarakat juga diimbau membeli bahan bakar sesuai kebutuhan agar pelayanan di SPBU dapat berlangsung lebih tertib.

"Kami memahami bahwa kelancaran layanan BBM sangat dibutuhkan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan mengikuti pengaturan pengisian yang telah ditetapkan. Dengan dukungan bersama, kami berharap pelayanan dapat kembali normal secara bertahap," kata dia menambahkan.

Pertamina memastikan pemantauan terhadap ketersediaan stok, kesiapan armada, dan pelayanan SPBU terus dilakukan selama proses pemulihan.

Dengan target stok 48 juta liter, dukungan ratusan awak mobil tangki, serta pengoperasian puluhan SPBU selama 24 jam, Pertamina berupaya mempercepat normalisasi layanan BBM di Bali.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026