HOME  ⁄  Ekonomi

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS pada 2025, Airlangga Dorong Perluasan Ekspor dan Investasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS pada 2025, Airlangga Dorong Perluasan Ekspor dan Investasi
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bertemu Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026). ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.)

Pantau - Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai 4,84 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025 atau tumbuh 21,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,98 miliar dolar AS, seiring upaya kedua negara memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian tersebut dalam pertemuan dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas peningkatan hubungan perdagangan bilateral, percepatan perjanjian perdagangan bebas, serta pengembangan kerja sama di sejumlah sektor industri strategis.

Komoditas utama dalam hubungan perdagangan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.

"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Perdagangan Indonesia-Rusia Tumbuh 21,6 Persen

Pemerintah mencatat hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia mengalami pertumbuhan sepanjang 2025.

Nilai perdagangan kedua negara meningkat dari 3,98 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 4,84 miliar dolar AS pada 2025.

Peningkatan tersebut mencapai 21,6 persen secara tahunan.

Sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan menjadi bagian penting dalam perdagangan bilateral, termasuk minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao.

Selain itu, produk pertanian lainnya dan pupuk turut berkontribusi dalam aktivitas perdagangan kedua negara.

Airlangga menilai hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan perdagangan dan investasi.

Pemerintah juga berupaya memperluas kemitraan langsung antara perusahaan Indonesia dan Rusia untuk membuka peluang bisnis baru.

Indonesia dan Rusia Targetkan Perjanjian Perdagangan Bebas Rampung pada 2026

Salah satu agenda utama dalam pertemuan Airlangga dan Manturov adalah pembahasan perkembangan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Proses ratifikasi perjanjian tersebut dilaporkan telah mendekati tahap penyelesaian.

Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat diselesaikan sebelum akhir 2026.

Penyelesaian ratifikasi diperlukan agar perjanjian dapat segera berlaku efektif dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha.

Melalui perjanjian tersebut, Indonesia diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas ke negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.

Produk unggulan Indonesia yang berpotensi mendapatkan manfaat meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur.

Perluasan akses pasar tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan peluang ekspor nasional.

Industri Perkapalan dan Penerbangan Masuk Agenda Kerja Sama

Selain perdagangan barang, Indonesia dan Rusia menjajaki peluang kolaborasi di sejumlah sektor industri strategis.

Bidang yang dibahas mencakup industri perkapalan dan penerbangan.

Kedua negara juga membicarakan peluang peningkatan kapasitas industri nasional melalui penguatan kerja sama ekonomi.

Pengembangan teknologi, pertanian, dan rantai pasok menjadi bagian dari sektor yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.

Kerja sama di berbagai bidang itu diharapkan dapat membuka peluang investasi serta memperkuat hubungan antarpelaku usaha.

Namun, laporan pertemuan tersebut belum merinci nilai investasi maupun proyek baru yang disepakati.

Delegasi Bisnis Rusia Hadiri Trade Expo Indonesia 2026

Airlangga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Partisipasi tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan perusahaan kedua negara.

Pertemuan bisnis selama pameran diharapkan dapat mendorong diversifikasi perdagangan dan membuka peluang kemitraan komersial baru.

Denis Manturov menyampaikan bahwa kehadiran delegasi Rusia merupakan tindak lanjut dari partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg, Rusia, pada Juli 2026.

Menurut Manturov, sejumlah perusahaan Rusia memanfaatkan TEI 2026 untuk bertemu dengan calon mitra bisnis dari Indonesia.

"Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri," ujar Manturov.

Pertemuan antarpelaku usaha tersebut diarahkan untuk memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan industri.

Airlangga dan Manturov Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis

Pada akhir pertemuan, Airlangga dan Manturov menyepakati pentingnya melanjutkan penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Rusia.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian bersama meliputi pertanian, teknologi, industri, serta pengembangan rantai pasok.

Kedua pihak juga menekankan perlunya tindak lanjut terhadap peluang kerja sama yang telah dibahas.

Pemerintah Indonesia berharap percepatan ratifikasi I-EAEU FTA dan peningkatan hubungan antarpelaku usaha dapat memperluas akses pasar produk nasional.

Penguatan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dan Rusia meningkatkan hubungan perdagangan serta investasi pada tahun-tahun mendatang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026