
Pantau - China menggelar Dialog Kerja Sama Pemerintah Daerah Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 dan Kota-Kota Sahabat Internasional di Fuzhou, Provinsi Fujian, Sabtu (17/10/2026), dengan melibatkan hampir 100 perwakilan pemerintah daerah dan organisasi persahabatan dari 24 negara.
Pertemuan internasional tersebut menghasilkan kesepahaman mengenai penguatan kerja sama ekonomi kelautan, pengembangan industri lintas negara, tata kelola global, serta pertukaran budaya dan antarmasyarakat.
Dialog diselenggarakan bersama oleh Asosiasi Rakyat China untuk Persahabatan dengan Negara-Negara Asing (CPAFFC) dan Pemerintah Rakyat Provinsi Fujian.
Menurut laporan Xinhua, para peserta membahas sejumlah langkah kerja sama yang kemudian dituangkan dalam Inisiatif Fuzhou.
Perwakilan 24 Negara Bahas Tata Kelola Global
Dialog tersebut menjadi forum pertukaran pandangan mengenai penguatan kerja sama pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Inisiatif Fuzhou menyerukan penerapan multilateralisme serta pengembangan sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara.
Para peserta didorong memanfaatkan jaringan kota sahabat internasional sebagai sarana pertukaran pengalaman dan pembelajaran bersama.
Bidang kerja sama yang menjadi perhatian mencakup tata kelola perkotaan, perlindungan lingkungan, pembangunan pedesaan, pembinaan generasi muda, dan peningkatan layanan publik.
Melalui kerja sama pemerintah daerah, para peserta diharapkan dapat memperkuat kontribusi terhadap pembangunan dan tata kelola global.
China Dorong Kerja Sama Pelabuhan dan Ekonomi Kelautan
Salah satu fokus utama Inisiatif Fuzhou adalah penguatan kerja sama maritim internasional untuk mendukung pembangunan ekonomi kelautan yang berkualitas.
Wilayah pesisir didorong memanfaatkan keunggulan masing-masing dalam mengembangkan kegiatan ekonomi dan industri.
Sektor yang menjadi prioritas meliputi logistik pelabuhan, energi terbarukan kelautan, perikanan modern, biomedis kelautan, serta manufaktur peralatan laut dalam.
Inisiatif tersebut juga mengajak peserta mendukung pencalonan China sebagai tuan rumah Sekretariat Perjanjian Keanekaragaman Hayati Laut di Luar Yurisdiksi Nasional (BBNJ).
China mengusulkan Kota Xiamen di Provinsi Fujian sebagai lokasi sekretariat perjanjian internasional tersebut.
Inisiatif Fuzhou Perkuat Kawasan Industri Lintas Negara
Di bidang industri, para peserta mendorong pengembangan mekanisme kerja sama yang lebih inovatif antarkawasan industri lintas batas.
Salah satu model yang dipromosikan adalah Two Countries, Twin Parks atau Dua Negara, Taman Kembar.
Model tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan industri dan konektivitas rantai pasokan antarnegara.
Inisiatif Fuzhou juga mendorong pengembangan bersama kawasan industri serta platform kerja sama lintas batas.
Selain itu, peningkatan investasi dua arah dan layanan keuangan biru menjadi bagian dari agenda kerja sama ekonomi.
Langkah tersebut diharapkan membantu usaha kecil dan menengah memperluas kegiatan bisnis ke pasar internasional.
Pejabat Rumania Tertarik Perluas Kerja Sama dengan Fujian
Ketua Dewan Kabupaten Arad di Rumania, Iustin Cionca, menyatakan ketertarikannya terhadap peluang kerja sama dalam Jalur Sutra Maritim Abad ke-21.
Menurut Cionca, Arad yang terletak di bagian barat Rumania memiliki peran sebagai salah satu pusat logistik penting.
Ia menilai kerja sama dengan Fujian dan Fuzhou dapat memberikan peluang pertukaran pengalaman dalam pembangunan daerah.
"Kami sangat yakin bahwa kami memiliki banyak hal untuk dipelajari dari Fujian, dari Fuzhou. Dan kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra China kami demi meningkatkan kualitas hidup warga sehari-hari."
Cionca menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan dengan mitra China melalui kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Guyana Tekankan Pentingnya Pertukaran Budaya Antarnegara
Wakil Wali Kota Georgetown, Guyana, Denise Miller, menilai Inisiatif Fuzhou dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antarmasyarakat dari berbagai negara.
Menurutnya, kerja sama internasional tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan pemahaman terhadap budaya masing-masing.
"Inisiatif ini adalah tentang saling merangkul, bukan karena batas negara, melainkan karena kita adalah manusia semesta. Di sini, Anda melihat diri Anda sebagai keluarga universal. Setiap negara memiliki budayanya sendiri, dan melalui inisiatif ini, kita dapat saling merangkul budaya satu sama lain untuk memudahkan saling pengertian. Pada saat yang sama, Anda bisa belajar dari inisiatif ini dalam hal infrastruktur dan beragam pembangunan berdasarkan sumber daya kita," ujar Denise Miller, wakil wali kota Georgetown, Guyana.
Inisiatif Fuzhou turut menyerukan perluasan pertukaran budaya dan pembelajaran bersama antarperadaban.
Para peserta juga didorong memperkuat mekanisme kerja sama jangka panjang melalui jaringan kota sahabat internasional.
Dialog di Fuzhou tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan antardaerah melalui kerja sama maritim, industri, ekonomi, dan kebudayaan.
- Penulis :
- Gerry Eka




