HOME  ⁄  Hiburan

KAI Palembang Layani 1.160 Wisatawan Mancanegara hingga September 2026, Jumlah Penumpang Asing Turun Dibanding Tahun Lalu

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KAI Palembang Layani 1.160 Wisatawan Mancanegara hingga September 2026, Jumlah Penumpang Asing Turun Dibanding Tahun Lalu
Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang melayani sebanyak 1.160 wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan kereta api untuk menjelajahi wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) hingga Triwulan III atau periode Januari-September 2026.

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat sebanyak 1.160 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sepanjang Januari hingga September 2026, turun dibandingkan periode yang sama pada dua tahun sebelumnya.

Berdasarkan data KAI Divre III Palembang, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan Januari–September 2025 yang mencapai 1.377 wisatawan mancanegara dan periode yang sama pada 2024 sebanyak 1.560 orang.

Manajer Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan kereta api memiliki peran penting dalam menghubungkan wisatawan dengan berbagai destinasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Keterangan tersebut disampaikan Aida di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/10/2026).

Jumlah Wisatawan Mancanegara Pengguna Kereta Api Menurun

Data KAI menunjukkan jumlah wisatawan asing yang menggunakan kereta api di wilayah Divre III Palembang mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir untuk periode Januari hingga September.

Pada 2024, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api tercatat sebanyak 1.560 orang.

Angka tersebut turun menjadi 1.377 orang pada periode yang sama tahun 2025 dan kembali menurun menjadi 1.160 orang pada 2026.

Dengan demikian, jumlah wisatawan mancanegara pengguna kereta api hingga September 2026 berkurang 217 orang atau sekitar 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

KAI belum menjelaskan secara khusus faktor penyebab penurunan jumlah penumpang wisatawan mancanegara tersebut.

Stasiun Kertapati Catat Wisatawan Asing Terbanyak

Stasiun Kertapati di Kota Palembang menjadi stasiun dengan jumlah wisatawan mancanegara terbanyak sepanjang Januari hingga September 2026.

Stasiun tersebut mencatat sebanyak 618 wisatawan asing yang menggunakan layanan kereta api.

Posisi berikutnya ditempati Stasiun Lubuk Linggau dengan jumlah 239 wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Stasiun Lahat melayani 111 wisatawan asing, disusul Stasiun Prabumulih sebanyak 79 orang dan Stasiun Muara Enim sebanyak 73 orang.

Sebaran tersebut menunjukkan penggunaan kereta api oleh wisatawan mancanegara tidak hanya terpusat di Palembang, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan.

Kereta Api Hubungkan Wisatawan dengan Destinasi Unggulan Sumsel

Aida mengatakan keberadaan layanan kereta api mendukung akses wisatawan menuju berbagai destinasi wisata alam, sejarah, dan budaya di Sumatera Bagian Selatan.

Kota Lubuk Linggau, misalnya, memiliki sejumlah objek wisata seperti Air Terjun Temam, Bendungan Watervang, serta Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya.

Sementara itu, Kabupaten Lahat menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata Pagar Alam, Bukit Serelo, dan Air Terjun Curup Maung.

“Kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya, tetapi juga menjadi penghubung wisatawan dengan beragam potensi destinasi di Sumbagsel,” katanya.

Menurut Aida, kemudahan akses transportasi dapat membantu wisatawan menjangkau lebih banyak tujuan perjalanan di berbagai daerah.

BPS Catat 7.219 Kunjungan Wisman ke Sumatera Selatan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan yang dirilis hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi tersebut mencapai 7.219 kunjungan.

KAI menilai aktivitas wisatawan asing berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penggunaan akomodasi, konsumsi kuliner, serta pembelian produk unggulan daerah.

Konektivitas transportasi juga dinilai berperan dalam memperluas manfaat ekonomi pariwisata ke wilayah di luar pusat kota.

“Ketika wisatawan menjangkau lebih banyak daerah, peluang ekonomi juga terbuka lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, konektivitas transportasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan manfaat pariwisata dan memperkuat daya tarik destinasi di Sumbagsel,” ujarnya.

KAI berharap layanan kereta api dapat mendukung pergerakan wisatawan menuju berbagai destinasi sehingga aktivitas ekonomi masyarakat setempat ikut berkembang.

KAI Palembang Tingkatkan Layanan dan Digitalisasi Perjalanan

Untuk meningkatkan daya tarik layanan kereta api, KAI Divre III Palembang terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanan kepada penumpang.

Perusahaan juga memperkuat digitalisasi perjalanan dan mendukung integrasi antarmoda transportasi agar perjalanan wisatawan menjadi lebih mudah dan efisien.

Selain mendukung konektivitas pariwisata, penggunaan kereta api dinilai sejalan dengan pengembangan transportasi berkelanjutan.

Sebagai angkutan massal, kereta api berpotensi menghasilkan emisi per penumpang yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi, terutama ketika tingkat keterisian penumpang optimal.

Aida berharap peningkatan kualitas layanan dapat menjadikan kereta api sebagai pilihan wisatawan mancanegara untuk menjelajahi destinasi di Sumatera Bagian Selatan.

KAI juga menargetkan layanan transportasi yang semakin terintegrasi agar manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di daerah.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026