
Pantau - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan nilai belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun secara nasional, dengan Provinsi Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang 25 persen atau setara Rp1 triliun dari total tersebut.
Irfan mengatakan besarnya perputaran ekonomi dalam penyelenggaraan ibadah haji membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan UMKM Expo Sulsel 2026 di Lapangan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (18/10/2026).
"Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa belanja jamaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun, dengan Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen," ujarnya.
Sulawesi Selatan Diperkirakan Sumbang Rp1 Triliun Belanja Haji
Irfan menjelaskan bahwa besarnya belanja jemaah haji menunjukkan adanya potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor usaha.
Berdasarkan data BPS yang disampaikannya, kontribusi Sulawesi Selatan diperkirakan mencapai seperempat dari total belanja haji nasional.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp1 triliun dari total belanja jemaah haji Indonesia sebesar Rp4 triliun.
Menurut Irfan, penyelenggaraan haji tidak hanya berkaitan dengan perjalanan dan pelaksanaan ibadah, tetapi juga melibatkan kebutuhan barang serta jasa penunjang.
Aktivitas jemaah haji menciptakan permintaan terhadap berbagai produk konsumsi dan layanan yang berpotensi menjadi pasar bagi pelaku usaha daerah.
Menhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah
Menteri Haji dan Umrah meminta pelaku UMKM memanfaatkan peluang ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Ia menilai pelaku usaha daerah perlu memperluas jangkauan pasar agar dapat menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah.
“UMKM harus kita dorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” katanya.
Menurut Irfan, peluang tersebut dapat dimanfaatkan melalui penyediaan produk konsumsi, barang kebutuhan perjalanan, serta berbagai layanan pendukung ibadah.
Namun, keterlibatan UMKM dalam ekosistem ekonomi haji membutuhkan kesiapan dari sisi kualitas produk dan kemampuan produksi.
"Namun, peluang itu membutuhkan kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, maupun kemampuan memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten," katanya.
Pelaku Usaha Sulsel Diminta Tingkatkan Kualitas dan Kapasitas Produksi
Irfan menilai Sulawesi Selatan memiliki peluang untuk mengembangkan peran UMKM dalam ekosistem ekonomi haji.
Penguatan usaha lokal diharapkan dapat mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Menurutnya, kemampuan memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha yang ingin memasuki rantai pasok tersebut.
Peningkatan kualitas produk juga diperlukan agar UMKM mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah berharap pengembangan ekosistem ekonomi haji dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas usaha daerah.
Menhaj Sebut Pemerintah Berikan Subsidi Haji Rp3,4 Juta
Selain membahas potensi ekonomi haji, Irfan menyampaikan upaya pemerintah untuk menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji bagi masyarakat.
Ia mengatakan penurunan biaya haji tahun ini tidak terlepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan subsidi pemerintah.
"Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jemaah sebesar Rp3,4 juta", terangnya.
Menurut Irfan, keringanan biaya tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah haji.
Pemerintah juga terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi haji dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat.
UMKM Expo Sulsel 2026 Bagikan Hadiah Umrah kepada Guru Ngaji
Kegiatan UMKM Expo Sulsel 2026 di Kabupaten Gowa turut diisi dengan pembagian sejumlah hadiah kepada peserta terpilih.
Dalam kegiatan tersebut, dua guru ngaji mendapatkan hadiah perjalanan ibadah umrah.
Panitia juga membagikan hadiah berupa sepeda dan uang tunai kepada pelajar Sulawesi Selatan yang terpilih.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah untuk mendorong pengembangan UMKM sekaligus memperkenalkan peluang usaha yang berkaitan dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Irfan menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi haji yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.
- Penulis :
- Gerry Eka




